Istri Sambo Ditahan, IMM: Komitmen Kapolri Ditunjukkan

ADVERTISEMENT

Suara Mahasiswa

Istri Sambo Ditahan, IMM: Komitmen Kapolri Ditunjukkan

Audrey Santoso - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 07:54 WIB
Ketum IMM, Abdul Musawir Yahya.
Foto: Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Abdul Musawir Yahya. (dok. istimewa)
Jakarta -

Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Abdul Musawir Yahya, yakin dengan komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang hendak bersih-bersih Polri. Seperti diketahui, Sigit menyatakan akan menuntaskan persoalan Ferdy Sambo, tak hanya soal pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat, tapi juga termasuk soal 'konsorsium 303' dan penggunaan private jet oleh mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan saat ke Jambi.

"Saya sangat-sangat yakin dengan Pak Kapolri. Kami sangat meyakini itu akan dibongkar semua. Sekarang masyarakat pun juga belum terlalu puas sepenuhnya dengan kasus Sambo ini, benar-tidak dia terlibat judi itu masih misteri di masyarakat, masih isu belaka," kata Abdul kepada wartawan, Jumat (30/9/2022).

Keyakinan Abdul akan ketegasan Sigit, lanjutnya, muncul sejak awal kasus ini ramai disorot masyarakat. Menurutnya komitmen Sigit untuk membuat terang-benderang kasus penembakan Brigadir Yosua, yang disampaikan kala itu, telah dibuktikan.

"Sejak awal memang komitmen Kapolri untuk mengusut kasus sampai seterang mungkin itu sudah ditunjukkan. Nah dengan ditahannya pula Ibu PC ini sebagai bagian daripada yang terlibat dalam skenario pembunuhan Brigadir J, itu juga dibuktikan hari ini," ujar Abdul.

"Artinya apa? (Pengusutan) semua yang terkait kasus Ferdy Sambo seperti termasuk private jet, judi online itu langkah yang patut diapresiasi," sambung Abdul.

Dia mengatakan jika Sigit tak melakukan bersih-bersih seperti itu, maka institusi kepolisian akan menjadi korban dari para oknum. "Kami sangat mendukung betul langkah-langkah Kapolri, kami apresiasi betul. Karena jika nggak dilakukan Kapolri, maka korbannya adala institusi kepolisian secara nasional," ucap Abdul.

Abdul menyebut komitmen Sigit dalam mengungkap semua fakta ke publik adalah wujud keberanian dan keputusan luar biasa. Dia berharap bersih-bersih di Polri ini juga dapat mendeteksi pendukung Sambo, yang mungkin hingga hari ini belum terendus.

"Dengan Pak Kapolri mau bongkar itu, menjadi langkah yang cukup berani. Tentu memang ada konsekuensinya di internal, maupun di eksternal. Tapi komitmen itu luar biasa. Karena bisa saja ada binaan-binaan Sambo yang belum terdeteksi sampai hari ini," tutur Abdul.

Abdul khawatir jika 'anak buah' Sambo nantinya akan berulah dan berimbas buruk kepada Polri. "Mungkin ya, nah itu mungkin akan menjadi duri dalam daging, menjadi penyakit di Polri. Kalau Pak Kapolri mau bongkar semuanya, kami sangat respect, sangat mengapresiasi," ungkap Abdul.

Terakhir, Abdul berharap seluruh anggota Polri sadar akan perannya dalam penegakan hukum, termasuk memberantas penyakit masyarakat seperti judi online.

"Perjudian ini penyakit masyarakat dan yang berwenang memberantas ini aparat kepolisian. Kalau pelakunya di dalam Polri sendiri, akan menciderai kepercayaan masyarakat. Kalau sudah penegak hukumnya saja menjadi pelaku, lah terus siapa yang mau dipercaya?" ucap Abdul.

(aud/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT