Update Kerusakan Akibat Gempa Taput: 872 Rumah-26 Kantor Pemerintah

ADVERTISEMENT

Update Kerusakan Akibat Gempa Taput: 872 Rumah-26 Kantor Pemerintah

Antara News - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 01:32 WIB
Kerusakan akibat gempa Tapanuli Utara.
Rumah rusak akibat gempa di Tapanuli Utara (Foto: Dok. BPBD Tapanuli Utara)
Jakarta -

Sebanyak 872 rumah di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut), mengalami kerusakan akibat gempa bumi tektonik magnitudo (M) 5,8 yang terjadi Sabtu dini hari. Ratusan rumah warga itu mengalami kerusakan ringan hingga parah karena guncangan gempa itu.

"Berdasarkan laporan data kerusakan yang kita terima, ada 872 unit rumah penduduk rusak ringan dan berat, 60 unit rumah ibadah, dan 22 ruas jalan," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Indra Sahat Hottua Simaremare, seperti dilansir dari Antara, Minggu (2/10/2022).

Selain itu, ada delapan unit jembatan, 17 fasilitas pendidikan, dua unit fasilitas kesehatan, 26 unit kantor pemerintahan, tiga unit kantor swasta, 31 saluran irigasi, sembilan unit tembok penahan tanah, tiga unit tiang PLN, dua unit LPJU, dan sembilan unit fasilitas air bersih, juga mengalami kerusakan akibat guncangan gempa tersebut.

"Juga ada satu orang korban meninggal dunia dan sebanyak 26 orang mengalami luka-luka akibat gempa bumi ini," ucapnya.

Indra mengatakan kerusakan yang timbul akibat gempa bumi itu tersebar di 15 kecamatan di Tapanuli Utara. Korban serta kerusakan dampak gempa itu sangat membutuhkan langkah penanganan segera.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengatakan pihaknya bersama TNI dan Polri mendirikan posko logistik bantuan korban gempa bumi untuk meringankan beban para korban yang sedang kesulitan akibat bencana alam gempa bumi yang melanda Tapanuli Utara.

"Posko ini nantinya menjadi pusat seluruh bantuan yang diterima serta menjadi pusat penyaluran bantuan kepada para korban terdampak gempa bumi," ujarnya.

Nikson menyebut sejumlah bantuan bagi korban bencana alam, baik dari Kemensos dan pihak lain telah dan akan diterima untuk meringankan beban para korban.

"Bencana alam ini menjadi pelajaran buat kita semua, terlebih bencana ini menjadi yang pertama dalam masa pemerintahan saya. Ke depan, ini menjadi pelajaran berharga bagaimana menghadapi bencana dan langkah apa yang harus dilakukan ke depan untuk semakin matang," imbuhnya.

(fas/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT