Ngeri, Tak Sembarang Orang 'Kuat' Nonton Ritual Adat Suku Dayak

ADVERTISEMENT

Tapal Batas

Ngeri, Tak Sembarang Orang 'Kuat' Nonton Ritual Adat Suku Dayak

Dea Duta Aulia - detikNews
Sabtu, 01 Okt 2022 11:41 WIB
Bung Kupuak merupakan kampung adat tua Suku Dayak Bidayuh yang ada di Jagoi Babang, Kalimantan Barat. Yuk kita lihat suasananya.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Ketika melakukan ritual adat unsur magis masih kerap digunakan oleh sejumlah suku di Indonesia. Hal itu sengaja dilakukan sebagai wujud melestarikan budaya dan menghargai para leluhur.

Gawai merupakan salah satu ritual adat yang kerap menggunakan unsur magis. Dikutip dari website Kemendikbud Ristek Gawai Dayak merupakan bagian dari budaya suku Dayak, yaitu tradisi bersyukur kepada Tuhan atas hasil pertanian yang telah dicapai selama setahun. Tujuan dilaksanakannya Gawai Dayak adalah untuk menjaga keutuhan kesatuan komunitas masyarakat suku Dayak, menjaga identitas, dan memupuk kepribadian sebagai suku Dayak dengan mengenal, menjaga, dan melestarikan tradisi dari nenek moyangnya.

Kepala Dusun Jagoi Babang Libik mengatakan khusus untuk Gawai yang diadakan oleh masyarakat suku Dayak Bidayuh biasanya dilakukan pada pertengahan tahun atau bulan Juni. Adapun tanggalnya berbeda-beda, seperti di Bung Kupuak Jagoi Babang Gawai berlangsung pada 1-3 Juni. Sementara Gawai di Desa Sebujit biasanya berlangsung setiap tanggal 15 Juni.

"Kalau untuk acara Gawai tetap dilaksanakan setiap tanggal 1 Juni sampai 3 Juni diadakan di Bung Kupuak," kata Libik kapada detikcom beberapa waktu lalu.

Khusus di Jagoi Babang, lanjutnya, pada hari pertama perayaan Gawai biasanya para tetua akan memberikan sesajen di rumah kecil yang terdapat di Bung Kupuak. Rumah kecil yang terdapat di daerah tersebut tergolong tempat sakral karena menyimpan sejumlah benda peninggalan leluhur seperti kepala setengah tengkorak manusia, tanduk rusa, batu katak, dan lainnya.

"Rumah kecil yang ada tengkorak. Tempat kami menyimpan sesajen. Itukan ada tanduk rusa, ada katak yang berubah jadi batu yang ditemukan oleh mantan kepala adat," kata Libik.

Biasanya sesajen yang diberikan berupa makanan, minuman tradisional, hingga rokok untuk ruh nenek moyang. Proses pemberian sesajen ini tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang. Unsur magis yang begitu kuat membuat proses ini hanya bisa dilakukan oleh para tetua adat.

Libik mengatakan ketika proses ritual di rumah kecil berlangsung, mereka yang berada di sekitar area tersebut dan cenderung tidak memiliki ilmu yang 'kuat' diminta untuk tidak melakukan aktivitas. Sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kalau di sini saat orang bikin ritual di rumah kecil, masyarakat pun tidak boleh mendekati nggak boleh macem-macem. Bahkan saat menjalankan ritual (aktivitas) perusahaan (sawit) pun kami stop jangan lewat (area yang dilakukan ritual adat). Kalau mau lewat nanti siang. Kalau mau macam-macam dan terjadi apa-apa silahkan lewat," kata Libik.

Tak hanya itu, ia menuturkan Mandau atau senjata tradisional khas suku Dayak turut diberikan ritual khusus ketika Gawai diselenggarakan. Pasalnya Mandau yang digunakan pada acara tersebut merupakan mandau adat yang memang diperuntukkan atau hanya dikeluarkan untuk acara adat.

"Perawatan Mandau adat digosok darah ayam, babi setahun sekali biasanya pas mau Gawai. Biasanya mereka buat ritual hamparkan tikar biasanya mereka menghadirkan sesajen keluar mandau. Mandau dicipratkan darah ayam atau babi. Di luar Gawai tidak ada perawatan," katanya.

Sementara itu, warga asal Desa Sebujit, Salome mengatakan kentalnya magis menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk menyaksikan acara-acara seperti Gawai. Menurutnya, kentalnya unsur magis membuat tidak sedikit orang yang justru jatuh pingsan.

"Kalau udah Gawai biasanya banyak penonton yang pingsan karena tidak kuat," tutup Salome.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

Simak juga 'Senyum Manis Siswa SD di Perbatasan Kalbar-Malaysia':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT