Rentetan 3 Aksi yang Dilakukan Kelompok Perampok Toko Emas di Serpong

ADVERTISEMENT

Rentetan 3 Aksi yang Dilakukan Kelompok Perampok Toko Emas di Serpong

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 30 Sep 2022 15:59 WIB
Poster
Ilustrasi perampokan bersenpi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap pelaku perampokan toko emas di salah satu mal kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Empat pelaku yang ditangkap ini rupanya pernah melakukan kejahatan serupa di dua lokasi lain di daerah Banten.

"Ada tiga TKP yang berentetan semua toko emas yang dirampok kelompok ini," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi saat dihubungi, Jumat (30/9/2022).

Hengki mengungkapkan tersangka TH dan MK pernah melakukan perampokan di 'Toko Mas Paris' di Desa Telagasi, Cikupa, Tangerang, 1 Mei 2022 dan di 'Toko Mas Jaya Baru' di Kutabumi, Pasar Kemis, terjadi pada 11 April 2022. Aksi perampokan ini dilakukan tersangka TH dan MK.

Sementara perampokan di toko emas di mal Serpong, Tangsel, Jumat (16/9) dilakukan oleh tersangka TH, MK, H dan SU.

Empat pelaku yang ditangkap berinisial SU (37), TH (37), MK (33), dan H (34). Keempatnya ditangkap di tiga lokasi, yakni di Bogor, Jawa Barat; Grobogan, Jateng; dan Benda, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (29/9).

Salah satu pelaku inisial MK diketahui merupakan pecatan TNI. MK ikut beraksi di dua lokasi perampokan.

"Pecatan TNI ikut di dua TKP, Pasar Kemis dan Cikupa Banten," ucap Hengki.

Dalami Dugaan Terkait Jaringan Teroris

Hengki mengatakan pihaknya turut melibatkan Densus 88 dalam penyelidikan kelompok tersebut. Hal itu usai adanya kecurigaan para pelaku terlibat jaringan terorisme.

"Kami sedang mendalami apakah pelaku ini ada kaitannya dengan jaringan teroris. Kami bekerja sama dengan Densus 88 untuk mendalaminya," ujar Hengki.

Pendalaman terkait kemungkinan para pelaku ini terkait dengan jaringan terorisme, mengingat ada kesamaan ciri khas kelompok teroris yang melakukan pendanaan (fai) dengan merampok toko emas. Apalagi, kelompok ini bersenjata.

"Karena sasaranya selalu toko emas dan menggunakan senjata api. Metode fai sebelum-sebelumnya sasaranya selalu toko emas dan bersenjata api," kata Hengki.

Lebih lanjut Hengki juga tengah mendalami adanya kemungkinan hasil perampokan pelaku digunakan untuk mendanai aksi terorisme.

"Belum sedalam itu, namun dari modus operandi mereka yang selalu menyasar toko mas ini menurut pengalamanan adalah pola pola fai. Pendanaan teroris, oleh karenanya perlu pendalaman. Biasanya fai , bukan saja toko mas tapi juga rampok bank," pungkas Hengki.

Simak juga video 'Polisi Masih Kejar Pelaku Perampokan Toko Emas di Tangsel':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT