Tetangga Parkir di Jalan Bikin Mobil Tak Bisa Lewat, Bisakah Saya Pidanakan?

ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Tetangga Parkir di Jalan Bikin Mobil Tak Bisa Lewat, Bisakah Saya Pidanakan?

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Sep 2022 09:14 WIB
Resepsi pernikahan putri Jokowi akan digelar di Gedung Graha Saba Buana, Jalan Letjen Suprapto, Solo. Rambu dilarang parkir pun kini dipasang di jalan itu.
Ilustrasi (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Bertetangga penuh dengan suka dan duka. Salah satunya kisah tetangga yang memarkir kendaraan di jalan komplek hingga bikin mobil tidak bisa lewat. Apa langkah hukumnya bila tidak mau ajak komunikasi?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut pertanyaan lengkapnya:
Selamat pagi

Maaf pak izin bertanya.

Tetangga perumahan saya melakukan perbuatan parkir atau pemanfaatan parkir di jalanan Umum. Tepatnya di sebelah barat lapangan perumahan kami. Kemudian jawabnya dia, sejak dulu dan sudah 12 tahun tinggal di sini tidak ada yang komplain parkir disini. T

etapi, ada tetangga saya yg juga komplain tentang parkir tersebut katanya mengganggu dan kendaraan lain tidak bisa lewat apabila menggunakan mobil. Apabila perbuatan tersebut dianggap melawan hukum dan bisa dipolisikan?

Mohon penjelasannya.

Terima kasih

JAWABAN:

Terima kasih atas pertanyaannya. Berikut jawaban singkat kami.

Sebelum kami menjawab pertanyaan Saudara, ada baiknya kami sampaikan beberapa peraturan terkait pemanfaatan jalan sebagai berikut:

Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (selanjutnya disebut UU LLAJ)

"Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi Jalan."

Pasal 274 ayat (1) UU LLAJ:

"Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah)"

Pasal 12 ayat (1) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (selanjutnya disebut UU Jalan)

"Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan."

Pasal 62 ayat (2) UU Jalan

"Masyarakat wajib ikut menjaga ketertiban dalam pemanfaatan fungsi Jalan.

Pasal 63 ayat (1) UU Jalan

"Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 18 (delapan belas) bulan atau denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah)."

Adapun menurut Pasal 671 KUHPerdata:

"Jalan setapak, lorong atau jalan besar milik bersama dari beberapa tetangga, yang digunakan untuk jalan keluar bersama, tidak boleh dipindahkan, dirusak atau dipakai untuk keperluan lain dari tujuan yang telah ditetapkan, kecuali dengan izin semua yang berkepentingan."

Pasal 35 Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 2006 tentang Jalan (selanjutnya disebut PP Jalan):

Badan jalan hanya diperuntukkan bagi pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan.

Pasal 38 PP Jalan:

"Setiap orang dilarang memanfaatkan ruang manfaat jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Pasal 35, Pasal 36, dan Pasal 37 yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan"

Sebelum menempuh jalur hukum, ada baiknya Saudara menempuh cara kekeluargaan Tim Pengasuh detik's Advocate

Dengan demikian, maka perbuatan parkir di jalanan umum yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan dapat diancam pidana melanggar Pasal 28 ayat (1) jo. Pasal 274 UU LLAJ dan Pasal 12 ayat (1) jo. Pasal 63 ayat (1) UU Jalan.

Selanjutnya berdasarkan penjelasan Pasal 12 ayat (1) UU Jalan, yang dimaksud dengan "terganggunya fungsi jalan" adalah setiap bentuk tindakan atau kegiatan yang dapat mengganggu fungsi Jalan, seperti terganggunya jarak atau sudut pandang, timbulnya hambatan samping yang menurunkan kecepatan atau menimbulkan kecelakaan lalu lintas, serta terjadinya kerusakan prasarana, bangunan pelengkap, atau perlengkapan Jalan.

Selanjutnya dalam ranah hukum perdata, jika perbuatan tetangga Saudara dianggap telah melanggar salah satu ataupun seluruh ketentuan-ketentuan mengenai jalan sebagaimana dipaparkan di atas, maka tetangga saudara dapat diminta pertanggungjawaban secara perdata karena telah melakukan perbuatan melawan hukum berdasarkan ketentuan Pasal 1365 KUHPerdata.

Pasal 1365 KUHPerdata

"Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk mengganti kerugian tersebut"

Namun sebelum Saudara menempuh jalur hukum, ada baiknya Saudara menempuh cara kekeluargaan dengan melibatkan Ketua RT/RW atau jika perlu dengan lurah setempat untuk menyelesaikan persoalan yang Saudara alami ini. Karena walau bagaimanapun juga, baik ketua RT/RW ataupun lurah memiliki tugas salah satunya adalah memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Pasal 25 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan.
Tugas Lurah meliputi:
.......
d. pemeliharaan ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Pasal 7 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018
Rukun Tetangga dan Rukun Warga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf a dan huruf b bertugas:

a.membantu Kepala Desa dalam bidang pelayanan pemerintahan;
b.membantu Kepala Desa dalam menyediakan data kependudukan dan perizinan; dan
c.melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa

Pasal 14 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 menyatakan pembentukan LKD dan LAD yang diatur dalam Peraturan Menteri ini berlaku mutatis mutandis bagi pembentukan LKD dan LAD di kelurahan.

Demikian jawaban kami
Terima kasih
Tim pengasuh detik's Advocate

detik's advocate

Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), hukum waris, hukum internasional, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di email: redaksi@detik.com dan di-cc ke-email: andi.saputra@detik.com

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

Simak juga 'Simak! Berikut Lokasi 'Haram' untuk Parkir Kendaraan':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/asp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT