Jokowi: Referendum di Ukraina Bikin Penyelesaian Perang Makin Rumit

ADVERTISEMENT

Jokowi: Referendum di Ukraina Bikin Penyelesaian Perang Makin Rumit

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 30 Sep 2022 07:18 WIB
Russian President Vladimir Putin (R) and his Indonesian counterpart Joko Widodo attend a signing ceremony after a meeting at the Bocharov Ruchei state residence in Sochi, Russia, May 18, 2016. REUTERS/Sergei Karpukhin
Presiden RI Jokowi dan Presiden Rusia Vladimir Putin (Reuters)
Jakarta -

Rusia telah menggelar referendum untuk mengukuhkan legitimasinya di sebagian teritori negara tetangganya, Ukraina. Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya pandangan terhadap referendum itu.

"Apalagi urusan perang di Ukraina, lebih sulit lagi dihitung kapan selesainya," kata Jokowi dalam acara pengarahan kepada seluruh menteri, kepala daerah, dan jajaran pemerintahan, di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (29/9) kemarin.

Sebagaimana diketahui, referendum telah digelar di empat wilayah Ukraina yakni di Dontesk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson. Rusia mengklaim diri sebagai pemenang referendum, karena hasil referendum itu menunjukkan warga di empat wilayah itu mau bergabung dengan Rusia dan memisahkan diri dengan Ukraina. Menurut Jokowi, referendum itu bikin ruwet situasi.

"Referendum yang kemarin dilakukan di empat wilayah Ukraina: Di Donetsk, di Luhansk, di Zaporizhzhia, dan Kherson, makin merumitkan lagi kapan akan selesai dan imbasnya kepada ekonomi seperti apa. Makin rumit," kata Jokowi.

Akibat global yang juga bakal berpengaruh ke Indonesia adalah dampak ekonomi. Sampai saat ini dan tahun depan, dunia bakal 'gelap' karena dihantui satu momok.

"Momok terbesar semua negara sekarang ini adalah inflasi, kenaikan barang dan jasa. Momok semua negara saat ini," kata Jokowi.

Selanjutnya, bagaimana hasil referendum di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia itu?:

Saksikan juga Sosok minggu ini: Lukas Tumiso Eks Tapol Penyintas Pulau Buru

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT