PKS Hati-hati, Jadwal Cagub DKI Molor
Minggu, 09 Jul 2006 16:07 WIB
Jakarta - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) DKI Jakarta siap memenangkan Pilkada 2007 sejalan dengan selesainya masa konsolidasi pengurus di tingkat provinsi DKI Jakarta. Ketua Umum DPW PKS Jakarta Triwisaksana MSc menyatakan hal tersebut di hadapan 90 pengurus PKS Jakarta pada acara internalisasi Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja Dua Tahunan (RKDT) di Balai Pegadaian, Jakarta Pusat, Minggu (9/7/2006). Pada kesempatan tersebut Triwisaksana menyatakan Pilkada 2007 menjadi titik balik bagi partai da'wah ini dari paradigma menjadi oposisi menjadi pelayan dan pemimpin suatu masyarakat. PKS saat ini menjadi bagian dari the rulling party atau bagian dari partai pemerintah, namun untuk memimpin suatu wilayah dengan visi yang sebagian besarnya dihasilkan PKS, pengurus PKS Jakarta merencanakan hal itu dimulai di tahun 2007 dengan memenangkan pemilihan gubernur langsung. Demikian siaran pers PKS yang diterima detikcom.Mengenai berseliwerannya nama-nama calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung PKS, pria yang akrab dipanggil Sani ini menyatakan hingga saat ini pilihan-pilihan masih dibahas di tataran pimpinan lembaga tinggi partai di tingkat pusat. Sani menyatakan DKI Jakarta mendapat perhatian khusus dari Majelis Syuro PKS karena merupakan barometer keberhasilan dakwah secara nasional.Jadwal penyampaian nama calon gubernur dan wakil gubernur diakui Sani memang mundur dari rencana di akhir Juni dikarenakan kehati-hatian PKS dalam memilih calon pemimpin DKI. Aspek-aspek penilaian calon gubernur, manurut Sani, adalah integritas, kapabilitas, sumber daya dan jaringan, serta akseptabilitas publik. Tentang beberapa nama yang muncul di tengah publik serta disebut didukung oleh PKS, Sani tidak mengelak maupun membenarkan.Seperti diketahui selain kader internal seperti Wakil Ketua DPRD DKI Ahmad Heryawan dan anggota DPRD Igo Ilham, nama-nama lain pun sempat beredar seperti Rano Karno atau mantan petinggi militer Bibit Waluyo dan Agus Wijoyo. Dari kalangan petinggi kepolisian sempat beredar nama Wakil Kepala Polri Komjen (Pol) Adang Daradjatun. Sani mengakui komunikasi politik telah dilakukan PKS terhadap nama-nama tersebut, namun ia menyatakan komunikasi politik memang sudah seharusnya dilakukan karena membangun Jakarta membutuhkan kebersamaan dengan berbagai elemen masyarakat dan kekuatan politik.
(nrl/)











































