ADVERTISEMENT

Lukisan Shinzo Abe Mengenakan Batik, Tanda Dukacita Mendalam Dipo Alam

Herianto Batubara - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 18:52 WIB
Lukisan Dipo Alam berupa sosok Shinzo Abe mengenakan pakaian batik
Lukisan Dipo Alam berupa sosok Shinzo Abe mengenakan pakaian batik. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Mantan Sekretaris Kabinet Dipo Alam hari ini secara simbolik menyerahkan lukisan eks Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe karyanya kepada Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji. Dipo mengungkapkan dukacita mendalam atas wafatnya Abe.

Dipo menyerahkan lukisan karyanya ini kepada Kanasugi Kenji di Kediaman Resmi Dubes Jepang, Jalan Daksa 5 No 82-84, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (29/09/2022). Dipo mengungkapkan belasungkawa atas wafatnya mantan PM Abe akibat tindakan asasinasi pada 8 Juli 2022.

"Saya datang memang masih dalam kaitan dengan perhatian kita atas perginya mantan PM Shinzo Abe yang saya lukis dan telah saya serahkan sertifikat lukisan saya, semuanya untuk persahabatan yang baik," ungkap Dipo dalam keterangannya seusai penyerahan lukisan.

Selain menyerahkan lukisan, Dipo Alam menuturkan, kedatangannya merupakan upaya mempererat hubungan persaudaraan Indonesia-Jepang.

"Kita sepakat sama-sama supaya kerja sama ekonomi, budaya, dan politik terus kita lanjutkan di mana saja dan semua lapisan. Tidak hanya antarpemerintah, tetapi juga rakyat Indonesia dan rakyat Jepang. Di mana kita menghadapi banyak masalah di dunia dan juga masalah di ASEAN dan di Indo Pasifik," terangnya.

Sebelumnya, dalam rilis pers yang dibagikan kepada awak media, Dipo menjelaskan soal lukisannya berupa sosok Shinzo Abe mengenakan pakaian batik.

Lukisan Dipo Alam berupa sosok Shinzo Abe mengenakan pakaian batikLukisan Dipo Alam berupa sosok Shinzo Abe mengenakan pakaian batik. (Foto: dok. Istimewa)


"Kita semua prihatin dan berduka atas tragedi yang dialami oleh Mantan PM Shinzo Abe. Sebagai bentuk penghargaan, saya sengaja membuat lukisan Abe tengah mengenakan batik Jawa Hokokai," ungkap Dipo.

Menurut Dipo, karena kebetulan dirinya adalah salah satu pendiri sekaligus pemangku kepentingan di Yayasan Batik Indonesia, dan batik Jawa Hokokai merupakan corak batik yang lahir karena pengaruh Jepang, maka ia sengaja melukis mendiang Shinzo Abe tengah memakai batik Jawa Hokokai.

"Jadi, selain sebagai bentuk belasungkawa dan penghargaan kepada Abe, lukisan ini juga dimaksudkan untuk menandai hubungan baik antara Indonesia dengan Jepang," tuturnya.

Kebetulan lain, sambung Dipo, pada 2 Oktober nanti adalah Hari Batik Nasional, sehingga pada kesempatan ini ia pun mengundang Dubes Kanasugi untuk hadir dalam perayaan Hari Batik Nasional yang akan diselenggarakan oleh Yayasan Batik Indonesia.

Lebih jauh, Dipo menyebutkan bahwa selama menjadi kepala pemerintahan Jepang, Shinzo Abe telah berhasil mewujudkan sejumlah kemitraan strategis dalam berbagai bidang antara Jepang dengan Indonesia. Hubungan bilateral kedua negara, ujar Dipo, terutama sangat menonjol dalam bidang infrastruktur, seperti yang terlihat dalam pembangunan MRT di Jakarta, pembangunan Pelabuhan Patimban, hingga ke pembiayaan pembangunan terowongan di ruas Padang-Pekanbaru.

Selain itu, ungkap Dipo, pada masa pemerintahan Abe, Indonesia dan Jepang telah menjalin kerja sama IJEPA (Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement). Kerja sama ini berfokus mengupayakan perluasan akses pasar produk potensial, khususnya di sektor perikanan, industri, pertanian, dan kehutanan.

"Melalui Yayasan Batik Indonesia, saya ingin mempererat kerja sama kebudayaan antara Indonesia dengan Jepang. Sejak zaman saya mahasiswa, misalnya, Jepang sudah sangat maju dalam mengembangkan teknik pewarnaan alami bagi produk tekstil. Saya ingin agar kemajuan itu bisa dimanfaatkan oleh para pengrajin batik di Indonesia untuk mengembangkan batik warlami (pewarna alami), terutama untuk corak batik Jawa Hokokai yang memang lahir karena pengaruh Jepang," terang Dipo.

"Kalau para pengrajin batik kita bisa belajar di Jepang, misalnya, untuk belajar teknik pewarnaan alami, hal itu tentu akan semakin meningkatkan nilai tambah produk batik nasional. Apalagi, batik warlami harganya memang sangat tinggi," imbuhnya.

Terakhir, Dipo menjelaskan bahwa proses melukis Shinzo Abe memakai batik ini ia selesaikan kurang lebih dalam waktu dua bulan, yakni dimulai sejak bulan Juli lalu.

"Saat pertama kali diberitahu kasus meninggalnya Abe, saya kebetulan sedang menyelesaikan lukisan tentang batik Jawa Hokokai. Sejak itulah saya kemudian langsung berpikir harus melukis Abe tengah mengenakan batik, sebagaimana lukisan-lukisan saya tentang para pemimpin dunia lainnya, yang semuanya dilukis tengah memakai batik," pungkasnya.

Selain diserahkan secara simbolis kepada Duta Besar Jepang hari ini, lukisan Shinzo Abe tersebut rencananya akan ia serahkan secara langsung kepada istri mendiang mantan PM Shinzo Abe, Akie Abe, di Jepang dalam waktu dekat.

(hri/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT