KPK Bakal Kirim Panggilan Kedua ke Lukas Enembe di Kasus Gratifikasi

ADVERTISEMENT

KPK Bakal Kirim Panggilan Kedua ke Lukas Enembe di Kasus Gratifikasi

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 14:21 WIB
Profil Lukas Enembe, Kini Dicegah ke LN Usai Jadi Tersangka
Lukas Enembe (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK memastikan bakal melayangkan surat panggilan ulang kepada Gubernur Papua Lukas Enembe. Lukas akan kembali dipanggil sebagai tersangka di dugaan suap dan gratifikasi APBD Provinsi Papua.

"Sejauh ini kami akan segera kirimkan kembali surat panggilan kedua sebagai tersangka," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).

Namun, Ali belum menjelaskan kapan surat itu bakal dilayangkan ke pihak Lukas Enembe. Termasuk, kapan Lukas bakal dipanggil.

"Mengenai waktu pemanggilannya kami akan infokan lebih lanjut," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ali mengimbau Lukas Enembe untuk dapat memenuhi panggilan keduanya sebagai tersangka. Dia berpesan agar Lukas bersikap kooperatif.

"Kami berharap kesempatan kedua bagi tersangka ini, nantinya dapat koperatif hadir memenuhi panggilan," tegas Ali.

Dalam perkara ini, Lukas Enembe pertama kali dipanggil pada tanggal 12 September 2022. Saat itu, penyidik KPK masih memanggil Lukas Enembe sebagai saksi di tahap penyelidikan dugaan kasus suap dan gratifikasi APBD Provinsi Papua.

Dalam pemanggilan di Polda Papua tersebut Lukas Enembe mengonfirmasi ketidakhadirannya. Dia mengirimkan Penasehat Hukumnya untuk menjelaskan ketidakhadiran Lukas Enembe.

Kemudian, pada Senin 26 September 2022 KPK menetapkan perkara Lukas Enembe ke tahap penyidikan. KPK melayangkan surat panggilan pertama sebagai tersangka kepada Lukas Enembe.

Akan tetapi, panggilan pertama Lukas Enembe jadi tersangka itu juga tidak dihadiri olehnya. Lukas kembali datang mengirimkan tim kuasa hukumnya untuk memberikan alasan kesehatan.


Tawaran Berobat ke Singapura

Selain itu, Ali juga membahas soal permohonan berobat Lukas Enembe ke Singapura. Menurutnya, Lukas harus diperiksa terlebih dahulu oleh tim dokter KPK sebelum diizinkan berobat ke Singapura.

"Terkait permohonan berobat ke Singapura, tentu silakan tersangka hadir dulu di Jakarta," ucap Ali.

Ali menyebut pihaknya bakal menghadirkan tim dokter yang independen dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) guna melakukan assesment yang objektif. Serta, Ali turut membolehkan dokter pribadi Lukas untuk mengikuti asesmen.

"Untuk objektifitas kami lakukan assesment langsung oleh tim dokter independent dari PB IDI. Bila dokter pribadi tersangka ikut dalam tim juga kami persilakan," tutupnya.

Dalam perkara ini, Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran diduga menerima gratifikasi Rp 1 miliar terkait APBD di Papua pada awal September lalu. Namun, Kuasa Hukum Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening, membantah uang tersebut merupakan gratifikasi.

Lukas pun sudah beberapa kali dipanggil KPK, namun Gubernur Papua itu masih belum juga memenuhi panggilan. Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Aloysius Renwari, mengungkapkan Lukas Enembe sampai saat ini masih dalam perawatan sehingga tidak dapat menghadiri panggilan KPK.

Simak video 'Tak Larut Drama, Harapan Pihak Yosua Saat Eks Jubir KPK Jadi Pengacara PC':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT