Warga: Sejak Ada Sodetan, Sumur Resapan Jl Karang Tengah Tak Banjir Lagi

ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Warga: Sejak Ada Sodetan, Sumur Resapan Jl Karang Tengah Tak Banjir Lagi

Mulia Budi - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 13:43 WIB
Kondisi proyek saluran air di Jl Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan
Sodetan di Jl Karang Tengah, Lebak Bulus Jakarta Selatan, kelar (Mulia Budi/detikcom).
Jakarta -

Sodetan untuk mencegah banjir telah dibangun di Jalan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan (Jaksel). Salah seorang warga, Cokro (38), mengaku senang lantaran banjir tak lagi melanda kawasan tersebut.

"Aku sih warga sini ya merasa kebanjiran berkurang. Istilahnya seneng juga nggak banjir lagi gitu, nggak ada kemacetan, nggak begitu macet parah," kata Cokro saat ditemui di kawasan Jl Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (29/9/2022).

Dia mengatakan kemacetan di kawasan itu juga turut berkurang. Menurutnya, kemacetan yang kini terjadi disebabkan lampu merah, bukan lagi oleh banjir.

"Kalau sekarang kan kalau macet karena lampu merah. Waktu banjir ini kan macetnya macet karena banjir, kan macetnya parah, panjang. Kalau ini macetnya berkurang gitu," ujarnya.

Dia mengatakan juga kerap terjebak banjir saat hujan deras mengguyur kawasan Jl Karang Tengah. Dia menyebut air banjir itu juga masuk ke dalam warungnya, yang berada di sebarang jalan tersebut.

"Kalau terjebak banjir kalau aku lagi lewat, banjir suka airnya kebuang ke sini semua. Sempet (masuk ke dalam warung) kalau sebelum ada sodetan itu. Banjir suka buang ke sini, suka masuk, suka naik," ucapnya.

"Selama ada sodetan ini, airnya nggak banjir, berarti istilahnya berkurang. Jadi jalanannya lancar," imbuhnya.

Warga lainnya, Roni (32), mengungkapkan hal senada. Roni merasa senang karena kawasan Jl Karang Tengah tak lagi kebanjiran setelah dibangun sodetan atau saluran air.

"Alhamdulillah, semenjak ada saluran itu, jadi nggak banjir," kata Roni.

Dia mengatakan kemacetan panjang akibat air banjir yang menggenang tak lagi terlihat di kawasan tersebut. Dia menuturkan kondisi Jl Karang Tengah jauh berbeda sebelum sodetan atau saluran antibanjir itu dibangun.

"Ya seneng, jadinya nggak macet, jadi lancarlah. Nggak kayak kemarin-kemarin. Bikin macet karena banjir kan, macetnya panjang di sana," ujarnya.

Dia menyebut sumur resapan yang ada di sepanjang ruas Jl Karang Tengah tidak efektif mencegah banjir. Menurut Roni, saluran air itu jauh lebih efektif mencegah terjadinya banjir di kawasan tersebut.

"Ini apa namanya gorong-gorong, ini nggak efektif, yang sumur resapan itu nggak efektif, kemarin masih banjir aja," ucapnya.

"Bagusnya sih kayak saluran-saluran air kayak gitu aja yang cepet, jadi nggak nungguin air itu meresap ke dalam karena kalau meresap ke dalam kan lama. Kalau itu kan ngalir, jadi cepet. Kalaupun banjir, ya langsung surut," tambahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan kawasan Jl Karang Tengah belum pernah diguyur hujan deras selama sehari semalam setelah sodetan itu dibangun. Dia menyebut kawasan itu selalu dilanda banjir jika diguyur hujan deras sehari semalam.

"Kemarin hujan terakhir deras aku lihat nggak banjir. Cuma nggak tahu kalau derasnya sehari semalam, belum tahu. Kalau biasanya kan sehari semalam banjir tuh, ini belum pernah nyoba sehari semalam," tuturnya.

(aik/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT