Moeldoko soal Demo Bela Lukas Enembe: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

ADVERTISEMENT

Moeldoko soal Demo Bela Lukas Enembe: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 13:19 WIB
Konferensi pers di KSP (Anggi-detikcom)
Konferensi pers di KSP (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berbicara tentang kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka. Moeldoko mengatakan Lukas Enembe harus menghormati proses hukum.

"Soal Lukas Enembe, saya mungkin bisa lebih keras lagi berbicara, karena ini persoalannya soal hukum murni, bukan persoalan politik. Maka siapa pun harus mempertanggungjawabkan di hadapan hukum. Tidak ada pengecualian," kata Moeldoko di gedung Bina Graha KSP, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022).

Moeldoko juga menyoroti demonstrasi dari massa pendukung Lukas Enembe di Papua. Dia kemudian menyinggung apakah perlu TNI dikerahkan terkait demo itu.

"Kalau mereka dalam perlindungan masyarakat yang dalam pengaruhnya Lukas Enembe, apa perlu TNI dikerahkan? Untuk itu, kalau diperlukan, ya apa boleh buat," katanya.

Menurutnya, negara telah memberikan anggaran besar untuk pemerintahan Papua. Dia mengingatkan jangan sampai anggaran yang telah dikeluarkan diselewengkan untuk kepentingan pribadi.

"Intinya apa? Bahwa negara ini, pemerintah ini, Presiden Jokowi, telah menggelontorkan luar biasa keuangan untuk Papua. Untuk apa? Untuk kesejahteraan, agar apa? Agar segera terjadi keadilan di sana. Jangan justru kebijakan afirmatif itu diselewengkan untuk kepentingan pribadi," katanya.

"Kita tunggu saja proses hukumnya. Saya tidak berhak mengadili. Intinya adalah siapa pun harus mempertanggungjawabkan di depan hukum. Saya tak melangkahi praduga tak bersalah. Itu urusan penegak hukum. KPK harus bekerja lebih keras lagi untuk ambil langkah-langkah atau proses hukum," sambungnya.

Dalam kasus ini, Lukas Enembe telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Namun KPK belum menjelaskan secara detail perkara yang menjerat Lukas Enembe. Pihak Lukas Enembe telah membantah dugaan korupsi tersebut.

Lukas Enembe juga sudah dua kali dipanggil KPK. Namun Gubernur Papua itu absen dengan alasan sakit.

Simak juga video 'Lukas Enembe Tersangka, Demokrat Siap Beri Bantuan Hukum':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT