Sejarah Lubang Buaya dan Asal Usulnya, Mengapa Disebut Lubang Buaya?

ADVERTISEMENT

Sejarah Lubang Buaya dan Asal Usulnya, Mengapa Disebut Lubang Buaya?

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 11:24 WIB
Sejarah Lubang Buaya dikenal sebagai tempat pembuangan tujuh jenazah korban pemberontakan G30S PKI. Aksi G30S PKI terjadi pada tanggal 30 September 1965.
Lubang Buaya (Foto: DIC)
Jakarta -

Sejarah Lubang Buaya dikenal sebagai tempat pembuangan tujuh jenazah korban pemberontakan G30S PKI. Seperti diketahui, aksi G30S PKI terjadi pada tanggal 30 September 1965.

Oleh karena itu, setiap tanggal 30 September diperingati sebagai Hari G30S PKI. Berikut penjelasan selengkapnya soal sejarah Lubang Buaya.

Sejarah Lubang Buaya, Ini Lokasinya

Lokasi Lubang Buaya berada di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Lubang Buaya menjadi tempat pembuangan perwira Angkatan Darat yang menjadi korban G30S PKI. Tubuh mereka dimaksukkan ke dalam lubang kecil, sehingga lebih dari satu orang menumpuk di dalamnya.

Para korban yang sudah dievakuasi dari Lubang Buaya kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Sejarah Lubang Buaya dikenal sebagai tempat pembuangan tujuh jenazah korban pemberontakan G30S PKI. Aksi G30S PKI terjadi pada tanggal 30 September 1965.Sejarah Lubang Buaya dikenal sebagai tempat pembuangan tujuh jenazah korban pemberontakan G30S PKI. Aksi G30S PKI terjadi pada tanggal 30 September 1965. (Foto: Agung Pambudhy)

Mengapa Disebut Lubang Buaya? Ini Asal Usulnya

Mengutip dari situs Perpustakaan Badan Standarisasi Nasional (BSN), lokasi tersebut diberi nama Lubang Buaya karena masyarakat sekitar mempercayai sebuah legenda yang menyebutkan ada banyak buaya putih yang hidup di dekat sungai kawasan tersebut. Para buaya itu juga membuat lubang sebagai tempat berkumpul. Oleh karena itu, lokasi tersebut dinamakan Lubang Buaya.

Lubang Buaya saat peristiwa G30S PKI adalah pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia (PKI). Saat ini, di tempat tersebut berdiri Lapangan Peringatan Lubang Buaya yang berisi Monumen Pancasila, sebuah museum hingga sumur kecil tempat para korban G30S PKI dibuang.

Selain itu, terdapat rumah yang menjadi tempat ke tujuh Pahlawan Revolusi disiksa dan dibunuh. Ada juga mobil jadul yang digunakan untuk mengangkut para korban pemberontakan G30S PKI.

Daftar Pahlawan Revolusi yang Dibuang di Lubang Buaya

Ada tujuh Pahlawan Revolusi yang menjadi korban pemberontakan G30S PKI. Setelah diculik, mereka disiksa, dibunuh, kemudian jenazahnya dimasukkan ke dalam Lubang Buaya secara bertumpuk. Adapun nama-nama tujuh Pahlawan Revolusi tersebut, di antaranya:

  • Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani
  • Mayor Jenderal Raden Soeprapto
  • Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono
  • Mayor Jenderal Siswondo Parman
  • Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan
  • Brigadir Jenderal Sutoyo Siswodiharjo
  • Lettu Pierre Andreas Tendean.

Apakah 30 September 2022 Libur?

Setelah mengetahui sejarah Lubang Buaya, muncul pertanyaan apakah tanggal 30 September 2022 libur? Tanggal 30 September 2022 diperingati sebagai Hari G30S PKI. Berdasarkan SKB 3 Menteri Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022, tidak ada tanggal merah di bulan September 2022. Hal tersebut menandakan tanggal 30 September 2022 bukan tanggal merah, hanya diperingati sebagai Hari G30S PKI.

Simak juga 'Monumen Lubang Buaya Banyuwangi, Saksi Bisu Kejamnya PKI di Bumi Blambangan':

[Gambas:Video 20detik]



(kny/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT