KPK Optimistis Bergabungnya Johanis Tanak Perkuat Pemberantasan Korupsi

ADVERTISEMENT

KPK Optimistis Bergabungnya Johanis Tanak Perkuat Pemberantasan Korupsi

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 10:26 WIB
Uji kelayakan dan kepatutan capim KPK kembali berlanjut hari ini, Kamis (12/9). Johanis Tanak jadi salah satu capim KPK yang diuji Komisi III DPR hari ini.
Foto: Johanis Tanak (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Johanis Tanak terpilih menjadi Wakil Ketua KPK usai mengantongi 35 suara dalam voting di DPR RI kemarin. Latar belakangnya di Kejaksaan Agung pun diyakini bakal memperkuat KPK dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Komisi Pemberantasan Korupsi menyambut optimis terpilihnya Pimpinan KPK pengganti, Johanis Tanak," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (29/9/2022).

"Dengan latar belakang yang sarat pengalaman dari Kejaksaan Agung, akan menjadi penguat pemberantasan korupsi yang diemban KPK," imbuhnya.

Tak hanya memperkuat penanganan perkara, KPK juga yakin Johanis Tanak dapat memberikan pertimbangan pengambilan kebijakan KPK dalam strategi pencegahan maupun pendidikan antikorupsi.

"Tentunya tidak hanya pada aspek penanganan perkara, namun perspektif dan analisisnya juga akan sangat diperlukan sebagai pertimbangan pengambilan kebijakan lembaga, baik pada strategi pencegahan maupun pendidikan antikorupsi," terang Ali.

Sebab, lanjut Ali, strategi trisula pemberantasan korupsi yang aktif dilakukan KPK tak bisa dilakukan secara parsial. Ali menyebut hal itu juga memerlukan integrasi dan simultan satu sama lain.

"Karena pada prinsipnya, strategi trisula pemberantasan korupsi yang tengah gencar dilakukan KPK, tidak bisa diimplementasikan secara parsial, namun harus terintegrasi dan simultan satu sama lain. Sehingga dapat lebih terstruktur dan terpola dalam mencapai visi lembaga, menurunkan tingkat korupsi di Indonesia," tutur dia.

Ali menyebut, terpilihnya Johanis Tanak juga dipercaya bakal meningkatkan dan menguatkan sinergitas antar aparat penegak hukum (APH). Sebab, menurut dia, sebagaimana diatur dalam undang-undang, KPK dapat melakukan kooordinasi dan supervisi dengan Kejaksaan ataupun Kepolisian terkait perkara tindak pidana korupsi.

"Tidak hanya itu, dengan terpilihnya Johanis Tanak, juga bisa meningkatkan dan menguatkan sinergi antar-APH. Di mana KPK juga diamanahi oleh UU untuk melakukan koordinasi dan supervisi penanganan perkara tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kejaksaan maupun Kepolisian," tuturnya.

Ali menambahkan, Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berbasis Teknologi Informasi atau SPPT-TI juga jadi salah satu penguatan sinergitas APH. Menurut Ali, sistem itu dapat membuat penanganan perkara oleh setiap penegak hukum menjadi transparan.

"Penguatan sinergi antar APH kini menjadi semakin solid salah satunya melalui SPPT-TI. Dengan sistem tersebut penanganan perkara oleh setiap APH dilakukan dengan lebih transparan sehingga publik bisa ikut memantau dan mengawasi setiap prosesnya," kata Ali.

Terakhir, Ali berharap penanganan perkara jadi lebih efektif dan efisien dengan berpedoman pada prinsip keadilan hukum. Dengan lengkapnya 5 Pimpinan KPK, Ali memastikan KPK bakal berkonsolidasi dalam penguatan pemberantasan korupsi.

"Selanjutnya dengan telah lengkapnya komposisi 5 pimpinan sesuai UU, KPK tentu akan segera berkonsolidasi kembali dalam langkah-langkah penguatan pemberantasan korupsi tersebut," tutur Ali.

Diketahui, mayoritas anggota Komisi III DPR RI memilih calon pimpinan (capim) KPK Johanis Tanak sebagai pimpinan KPK terpilih. Johanis Tanak terpilih menggantikan Lili Pintauli Siregar.

Pantauan detikcom di Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/9/2022). Johanis Tanak mendapatkan 38 suara, sementara I Nyoman Wara hanya mendapatkan 14 suara. Total 53 suara, dengan 1 suara abstain.

"Atas nama Saudara Johanis Tanak, terpilih sebagai calon anggota pengganti pimpinan KPK masa jabatan 2019-2023. Apakah dapat disetujui?" kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Adies Kadir yang memimpin rapat.

"Setuju", ujar seluruh anggota Komisi III, lalu Adies mengetukkan palu rapat.

Simak Video 'Johanis Tanak Jadi Pimpinan KPK Gantikan Lili Pintauli':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT