Hakim Tanya Alasan Aplikasi Pembayaran Samsat Kelapa Dua Banten Bobol

ADVERTISEMENT

Hakim Tanya Alasan Aplikasi Pembayaran Samsat Kelapa Dua Banten Bobol

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 04:33 WIB
Sidang kasus korupsi Samsat Kelapa Dua (Bahtiar Rifai/detikcom)
Foto: Sidang kasus korupsi Samsat Kelapa Dua (Bahtiar Rifai/detikcom)
Serang -

Majelis hakim Tipikor Serang mempertanyakan alasan aplikasi pembayaran di Samsat Kelapa Dua sebagai UPT di bawah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemprov Banten bisa dibobol sehingga ada penggelapan pajak hingga miliaran rupiah. Hakim juga mempertanyakan alasan bagaimana terdakwa korupsi bisa masuk ke aplikasi dan membobol uang wajib pajak.

Hakim Novalinda Arianti menanyakan hal ini ke saksi Sekretaris Bapenda Berly R Natakusumah mengenai siapa-siapa saja sebetulnya yang memegang password aplikasi pembayaran di Samsat Kelapa Dua. Apakah keempat terdakwa yaitu Zulfikar sebagai Kasi di samsat, terdakwa Achmad Pridasya , M Bagza Ilham atau Budiyono memiliki akses.

"Yang operasikan sistem aplikasi siapa? yang punya akses password memegang itu?" tanya Novalinda di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (28/9/2022).

Berly menjawab bahwa pemegang password untuk operasional aplikasi pembayaran Samsat dipegang oleh petugas kontrol. Bukan dari keempat terdakwa.

Dia mengatakan, keempatnya memang memanfaatkan aplikasi pembayaran Samsat Banten. Mereka merubah data sehingga merubah nilai pajak sebenarnya yang dibayarkan wajib pajak di aplikasi.

"Ini bagian manipulasi yang bersangkutan melakukan di luar ketentuan," ujarnya.

Saksi lain Kepala Bapenda Opar Sohari mengatakan bahwa pihak ketiga yang mengelola aplikasi ini adalah PT Aldrin Media. Tapi dia kurang hafal sejak kapan perusahaan itu mengelola aplikasi pembayaran bagi samsat-samsat di Banten.

"Saya kurang hafal, kalau tidak salah (kontrak) dengan pejabat sebelumnya, kontraknya setiap tahun," ujar Opar.

Perusahaan itu pun katanya bertanggung jawab karena sudah dibobol oleh para terdakwa. Dia mengklaim sudah dilakukan evaluasi setelah adanya manipulasi pembobolan nilai pajak di aplikasi samsat.

"Tanggung jawab (PT) Aldrin, kali selalu koordinasi, tanggung jawabnya nanti akan dijawab Kasubdit bagian perencanaan, pengendalian, pendapatan daerah," terangnya.

Sebagaimana diketahui, korupsi di Samsat Kelapa Dua Tangerang dilakukan dengan mengubah nilai pada objek pajak kendaraan melalui aplikasi pembayaran samsat. Kerugian negara akibat penggelapan ini senilai Rp 10,8 miliar.

Simak juga 'Curhat Soleh Solihun Kena Pungli saat Perpanjang STNK':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT