Uji Capim KPK, Nyoman Bahas Trilogi Berantas Korupsi-Johanis soal Pencegahan

ADVERTISEMENT

Uji Capim KPK, Nyoman Bahas Trilogi Berantas Korupsi-Johanis soal Pencegahan

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Rabu, 28 Sep 2022 16:43 WIB
Fit and proper test calon pimpinan KPK
Fit and proper test calon pimpinan KPK (Firda/detikcom)
Jakarta -

Komisi III DPR RI mendengarkan visi, misi, dan gagasan calon pimpinan (capim) KPK I Nyoman Wara dan Johanis Tanak saat uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Komisi III DPR ini nantinya bakal memutuskan capim yang bakal mengisi kursi eks Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (LPS).

Pantauan detikcom di ruang rapat Komisi III DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/9/2022) pukul 14.10 WIB, rapat fit and proper test itu dibuka oleh Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul selaku pimpinan rapat. Pacul menyebutkan, sebanyak 48 dari 54 anggota Dewan hadir dalam rapat tersebut.

Nyoman menjadi capim pertama yang dilakukan uji kelayakan. Kemudian dilanjut Johanis untuk menyampaikan paparannya. Tak ada sesi tanya dan jawab oleh anggota Dewan pada proses ini.

Rapat fit and proper test tersebut berlangsung hingga pukul 15.30 WIB. Setelahnya, Pacul menskors rapat sebelum melakukan voting untuk memutuskan satu dari dua capim yang telah diuji.

Dalam paparannya, Nyoman memperkenalkan trilogi pemberantasan korupsi. Trilogi itu adalah pembangunan kesadaran, penguatan sistem, dan penindakan.

"Kami sebut sebagai optimalisasi dari apa yang sudah dilaksanakan pemerintah maupun KPK. Selama ini kita sudah punya KPK dengan berbagai kewenangan SDM sarana dan prasarana," kata Nyoman.

"Kami berusaha mengoptimalkan itu semua dalam bentuk trilogi pemberantasan korupsi, yaitu pembangunan kesadaran yang pertama. Yang kedua, penguatan sistem dan, yang ketiga, penindakan," lanjut dia.

Johanis Tanak menyoroti pentingnya pencegahan dalam upaya pemberantasan korupsi. Dia menceritakan pengalamannya kerap memberikan sosialisasi saat masih menjabat kajati.

"Dan saya juga kemudian berpikir bahwa pemberantasan tindak pidana korupsi memang diperlukan, tapi menurut hemat saya, skala prioritas yang diutamakan adalah idealnya pencegahan, bukan penindakan. Penindakan kecuali sudah ada terjadi," ujarnya.

"Ketika saya menjadi kepala kejaksaan tinggi di Sulawesi Tengah dan kepala kejaksaan tinggi di Jambi, saya pasti mendatangi pemerintah daerah. Saya minta seluruh kepala dinas hadir. Saya memberikan sosialisasi tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," lanjutnya.

Simak video 'Johanis Tanak Jadi Pimpinan KPK Gantikan Lili Pintauli':

[Gambas:Video 20detik]



(fca/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT