Ini Persiapan Bharada E Hadapi 2 Eks Pegawai KPK Tim Sambo dan Putri

ADVERTISEMENT

Ini Persiapan Bharada E Hadapi 2 Eks Pegawai KPK Tim Sambo dan Putri

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 28 Sep 2022 15:40 WIB
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Kedatangan Bharada E tersebut untuk dimintai keterangan terkait insiden baku tembak dengan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J  yang terjadi pada Jumat (8/7) lalu di rumah dinas Kepala Divisi Propam Polri nonaktif Irjen Pol. Ferdy Sambo. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym.
Bharada Richard Eliezer atau Bharada E (Antara Foto/M Risyal Hidayat)
Jakarta -

Dua mantan pegawai KPK, yakni Febri Diansyah dan Rasamala Simangunsong, menjadi tim kuasa hukum eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Kuasa hukum Bharada Richard Eliezer (Bharada E), Ronny Talapessy tak masalah karena hal itu merupakan hak hukum pemberi kuasa.

"Pertama, kami serahkan itu sebagai hak hukum dari si pemberi kuasa," kata Ronny kepada wartawan, Rabu (28/9/2022).

Ronny mengatakan penunjukan kuasa kepada mantan dua pegawai KPK itu tidak akan berpengaruh kepada kliennya. Sebab, dia sudah menyiapkan bukti adanya intimidasi yang diterima Bharada E dari Irjen Ferdy Sambo.

"Kami tidak terpengaruh, karena kami akan buktikan bahwa klien kami memang diperintah dan diintimidasi yang merujuk Pasal 51 ayat 1 KUHP tentang peniadaan pidana. Makanya klien kami layak untuk lepas dari pidana," ungkap Ronny.

Ronny tak berkomentar banyak terkait strategi khusus apa untuk menghadapi para pengacara Sambo dan Putri itu. Namun yang pasti, kata Ronny, pihaknya akan memberi kejutan di persidangan nanti.

"Soal strategi, kami akan beri kejutan di pengadilan," ungkap Ronny.

Diketahui sebelumnya, Febri akan menjadi pengacara Putri Candrawathi. Febri mengaku sudah dikontak beberapa waktu lalu untuk menjadi kuasa hukum Putri Candrawathi.

"Saya memang diminta bergabung di tim kuasa hukum perkara tersebut sejak beberapa minggu lalu," kata Febri, Rabu (28/9).

Febri mengaku ada punya kesepakatan dengan Putri. Dia menegaskan akan mendampingi istri Ferdy Sambo itu secara objektif dan faktual.

"Setelah saya pelajari perkaranya dan bertemu dengan Bu Putri, saya sampaikan bahwa kalaupun saya menjadi kuasa hukum, saya akan dampingi secara objektif," katanya.

Sementara itu, Rasamala Aritonang akan menjadi pengacara bagi Ferdy Sambo. Rasamala Aritonang juga merupakan eks pegawai KPK.

Dia menjadi bagian dari firma hukum Visi Law Office bersama Febri Diansyah. Tim kuasa hukum Febri dan Rasamala akan menggelar konferensi pers pada sore hari ini di sebuah hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus).


5 Tersangka Kasus Tewasnya Brigadir J

Sebagai informasi, Brigadir Yosua tewas ditembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7). Polisi sempat menyebut kasus ini merupakan tembak-menembak antara Brigadir Yosua dan Bharada Eliezer yang diawali dugaan pelecehan terhadap istri Ferdy sambo, Putri Candrawathi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini. Setelah melakukan penyidikan, polisi menyatakan dugaan pelecehan di Duren Tiga ternyata tidak ada. Polisi juga menyebut peristiwa yang terjadi ialah penembakan, bukan tembak-menembak.

Simak video 'Berkas Sudah Lengkap, Ferdy Sambo Cs Segera Disidang!':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT