Mendes PDTT Dorong Desa Kembangkan Kebun Pisang Cavendish

ADVERTISEMENT

Mendes PDTT Dorong Desa Kembangkan Kebun Pisang Cavendish

Dea Duta Aulia - detikNews
Rabu, 28 Sep 2022 15:33 WIB
Bertemu Great Giant Pineapple, Mendes Bahas Potensi Pisang Cavendish
Foto: Dok. Kemendes PDTT
Jakarta -

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta skala ekonomi pisang cavendish diperluas agar mampu menembus pasar internasional. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan cara melakukan identifikasi desa potensial untuk dijadikan kebun pisang cavendish skala besar.

Hal tersebut diungkapkan olehnya saat menerima audiensi Director Corporate Affair PT Great Giant Pineapple (GGP) Welly Soegiono di Jakarta. Hadir dalam audiensi tersebut Sekjen Taufik Madjid, Dirjen PEID Harlina Sulistyorini, Kepala BPI Ivanovic Agusta, dan Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Utama Aisyah Gamawati.

"Jadi nanti dimulai dari identifikasi desa di kawasan itu terus di data masyarakat yang sudah berminat itu di wilayah mana saja. Kalau sudah ada petanya nanti saya ke bupatinya. Sekaligus dengan kades (kepala desa) di wilayah itu langsung membentuk BUMDesma agar disiapkan alur kerjanya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/9/2022).

Dia menuturkan program tanam pisang cavendish yang dilaksanakan pada tahun 2021 sukses di berbagai daerah. Hal itu terlihat dari di sejumlah daerah seperti Ponorogo, Bali, dan Lampung yang telah mengekspor buah tersebut ke berbagai negara.

Sementara itu, Welly Soegiono memaparkan jika pertumbuhan pisang bisa lebih digenjot jika petani miliki akses pupuk yang baik.

"Sebetulnya kalau pisang akan lebih cepat dan yang terlibat akan lebih banyak. Sekarang ini kan akses pupuk kita belum stabil. Walaupun punya uang, pupuknya belum ada. Beli pun bisa jadi palsu karena memang belum tersedia," kata Welly.

Model kemitraan yang dipilih dalam penanaman pisang tersebut yakni Creating Shared Value (CSV). Di mana perusahaan tidak hanya mencari keuntungan namun secara bersama memajukan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Sebagai informasi, GGP terhitung sukses menggunakan model kemitraan CSV di Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Produk yang dihasilkan oleh PT GGP meliputi nanas dalam kaleng, jus, konsentrat nanas, jambu, pepaya dan pisang cavendish yang sudah berhasil mengekspor lebih dari 60 negara di dunia.

Lihat juga video 'Mendes Sebut Realisasi Dana Desa Sudah Capai Rp 30 Triliun':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT