Viral Isu Situs Judi Diselipkan di Mainan Anak, KPAI Minta Polisi Bertindak

ADVERTISEMENT

Viral Isu Situs Judi Diselipkan di Mainan Anak, KPAI Minta Polisi Bertindak

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 28 Sep 2022 11:40 WIB
Ilustrasi permainan judi
Ilustrasi judi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Sezeryadigar)
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendapatkan informasi terkait isu yang beredar adanya situs judi yang diselipkan pada mainan anak-anak berupa kartu. KPAI meminta polisi bertindak.

"KPAI tentu akan melakukan penyelidikan bersama dengan kepolisian. KPAI akan melihat kembali, kebijakan mainan ramah bagi anak, terutama setelah ada inovasi cara judi online mendekati anak," ujar Komisioner KPAI Jasra Putra, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (28/9/2022).

Kabar adanya situs judi pada mainan kartu anak-anak ini beredar di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Mainan kartu dengan karakter kartun ini dijual Rp 1.000.

Pada kartu tersebut terdapat sebuah QR Code. Kartu mainan anak-anak ini memang kerap dikoleksi anak-anak.

Hal ini terungkap setelah warga di Kecamatan Pinang, Tangerang, mencoba men-scan QR Code pada kartu tersebut. Setelah di-scan, QR Code tersebut ternyata adalah sebuah situs yang disebut-sebut adalah situs judi online di China.

Terkait hal ini, Jasra Putra meminta agar pengawasan perdangangan segera mencabut peredaran mainan kartu tersebut. Ia khawatir hal ini akan berdampak terhadap anak-anak.

"Artinya sejak Kapolri menyatakan perang melawan judi online, mereka migrasi dengan cara baru, untuk menjaga judi anak. Kita ingin segera ada pengawasan, terkait produk yang menyasar anak, seperti apakah ada ijin, ada SNI dalam regulasi memasarkan produk anak, yang layak, ramah, aman dan tidak membahayakan," tuturnya.

KPAI telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dan Kepolisian untuk menyelidiki lebih lanjut terkait hal ini. KPAI juga mengimbau para orang tua untuk memastikan mainan anak aman.

"Mengimbau orang tua, dunia usaha baik UKM maupun industri memastikan setiap produk yang dipasarkan pada anak atau dibelikan untuk anak, wajib di cek, mengikuti regulasi yang ada di Indonesia, karena ada ancaman berat bila membahayakan anak," imbuhnya.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya....

Simak juga 'Polri Soal Temuan PPATK Terkait Aliran Dana Judi Online ke Oknum Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT