KSAL: Marinir Nantinya Dipimpin Jenderal Bintang Tiga

ADVERTISEMENT

KSAL: Marinir Nantinya Dipimpin Jenderal Bintang Tiga

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 27 Sep 2022 16:30 WIB
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono
KSAL (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono berbicara soal jabatan Komandan Marinir. Yudo menyebut posisi tersebut akan dijabat Jenderal bintang tiga.

"Jadi untuk validasi organisasi yang baru, termasuk Marinir nantinya bintang tiga. Kodamar juga masuk dalam situ," kata Yudo di Markas Komando Armada (Koarmada) I, Jakarta, Selasa (27/9/2022).

Yudo mengatakan TNI AL sudah menyusun naskah akademik terkait rencana komandan Korps Marinir dijabat perwira tinggi bintang tiga. Dia meminta semua pihak bersabar.

"Ya tentunya jawaban saya, sabar. Sudah dalam proses. Kita sudah susun untuk uji naskah, kita buat, konsep kan naskah, sudah uji naskah," ujarnya.

Yudo menyebut pihaknya bakal berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Sebagai informasi, Marinir saat ini dipimpin oleh Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto.

"Tinggal harmonisasi dengan PAN-RB, Kementerian PAN-RB," ucapnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bicara soal rencana Komandan Korps Marinir (Dankomar) dijabat perwira tinggi (pati) bintang 3. Dia mengatakan ada hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum rencana itu direalisasikan.

"Kalau bagaimana ke depan, kita tidak bisa lepas dari format yang ada saat ini, dan juga anggaran. Kita tidak mungkin berbicara perubahan yang kemudian nggak ada anggarannya. Jadi kita harus realistis," kata Andika kepada wartawan di Mabes Angkatan Laut (AL), Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), Senin (22/11).

Andika menjelaskan, anggaran TNI untuk lima tahun ke depan sudah disepakati dan sudah di bawah wewenang Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Jadi, kata Andika, saat ini TNI hanya bisa mengikuti anggaran yang sudah ada.

"Sedangkan anggaran untuk pembangunan lima tahun ke depan ini sudah jadi dan sudah di bawah kementerian pertahanan. Jadi kami mengikuti semua perencanaan jangka panjang ini. Jadi Relatif tidak akan ada perubahan yang sangat mendasar," jelas Andika.

"Karena hubungannya dengan penganggaran yang prosesnya pun perjalanannya cukup lama," sambung dia.

Andika juga mengungkapkan, untuk merealisasi hal tersebut, TNI juga harus mendapatkan keputusan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia mengatakan perubahan pangkat pada Dankomar berhubungan dengan perubahan organisasi.

"Kedua, kita harus mendapatkan keputusan presiden dulu karena hubungannya dengan perubahan organisasi. Kita menyebutnya validasi organisasi, bukan hanya Angkatan Laut tapi nanti akan dilakukan secara bersamaan," tutur Andika.

"Peraturan Presiden Nomor 66 yang lalu kan tahun 2019 kalau tidak salah, itu sudah dibuat presiden. Sekarang akan kita lakukan secara serempak seluruh angkatan supaya jangan bolak-balik. Jadi mana yang perlu dinaikkan," sambung Andika.

Simak juga video 'Prabowo: Negara Kepulauan Tergantung Kekuatan Udara-Maritim':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT