Polisi Gandeng TNI AU Selidiki Temuan Granat-Amunisi di Pondok Gede

ADVERTISEMENT

Polisi Gandeng TNI AU Selidiki Temuan Granat-Amunisi di Pondok Gede

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 27 Sep 2022 15:21 WIB
Granat asap yang ditemukan petugas TSA
Ilustrasi Granat Asap (Foto: dok. TSA)
Jakarta -

Satu granat asap dan ratusan peluru amunisi ditemukan di kamar kontrakan HR, pria yang diduga sebagai anggota TNI Angkatan Udara (AU). Polisi kini berkoordinasi dengan pihak TNI AU terkait kepastian sosok HR tersebut.

"Kita berkoordinasi sama teman-teman AU untuk memastikan orang yang mengontrak itu apakah pernah bertugas di TNI AU," kata Kapolsek Pondok Gede Kompol Herman Edco Simbolon saat dihubungi, Selasa (27/9/2022).

Granat dan ratusan peluru itu ditemukan di kamar kontrakan daerah Pondok Gede, Kota Bekasi. Barang bukti itu ditemukan pada Senin (26/9) sore.

Herman mengatakan kamar kontrakan berisi granat dan peluru itu sejak 2020 ditempati oleh HR. Saat itu HR mengaku sebagai anggota TNI AU.

Namun pemilik kontrakan mengaku kontrakan itu jarang ditinggali oleh HR. Pemilik pun mengaku tidak pernah melihat HR mengenakan seragam TNI.

"(Pemilik) jarang sekali ketemu dan melihatnya pake baju seragam karena rumah itu tidak ditinggali, hanya untuk taruh barang," ucap Herman.

HR Disebut Meninggal Sejak Juli 2022

Pemilik kontrakan lalu mendapatkan informasi bahwa HR telah meninggal dunia sejak Juli 2022. Sejak saat itu kontrakan HR terbengkalai.

"Jadi intinya info dari pemilik rumah jika rumah itu disewa oleh orang yang mengaku sebagai anggota TNI AU. Itu masih kita lidik mendalam dan koordinasi dengan teman-teman dari TNI AU," ujar Herman.

"Rumah itu dikontrakkan selama dua tahun oleh orang menurut pemilik rumah penyewanya dari Angkatan Udara. Tapi dari bulan Juli lalu infonya meninggal dunia," tambahnya.

Pemilik lalu mencoba membersihkan kontrakan bekas HR itu pada Senin (26/9) sore. Saat itulah granat dan ratusan peluru ditemukan di dalam kontrakan HR.

"Kondisinya sudah berkarat sudah lama tidak dipakai," tutur Herman.

Diserahkan ke Gegana Polda Metro

Herman mengatakan pihaknya lalu berkoordinasi dengan Gegana Sat Brimob Polda Metro Jaya. Tim Gegana memastikan temuan itu merupakan granat asap.

"Kita koordinasi dengan Jibom Gegana dan diidentifikasi kalau itu adalah granat asap yang gunanya untuk menandai area. Jadi kalau kita mau nandai area dari udara nah pakai itu," katanya.

Barang bukti yang ditemukan itu berupa granat asap dengan jenis GT-6AS Q2 dan 140 peluru amunisi. Barang bukti itu kini telah diserahkan ke Polda Metro.

"Sudah diserahkan ke Tim Gegana Sat Brimob Polda Metro Jaya," pungkas Herman.

Lihat juga video 'Dikira Mainan, Pekerja PT KAI Temukan Granat Nanas':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT