Menlu Retno: ASEAN Harus Bergerak Maju Tak Tersandera Situasi Myanmar

ADVERTISEMENT

Menlu Retno: ASEAN Harus Bergerak Maju Tak Tersandera Situasi Myanmar

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 27 Sep 2022 00:03 WIB
Menlu RI Retno Marsudi
Menlu RI Retno Marsudi (Foto: Andi Barus/Kemlu)
Jakarta -

Menlu RI Retno LP Marsudi menegaskan ASEAN tak akan menjadi pion dalam perang dingin yang baru. ASEAN, kata Menlu, harus terus maju tanpa tersandera situasi Myanmar yang tengah dilanda konflik berkepanjangan.

"Kami menolak menjadi pion dalam Perang Dingin yang baru. Sebaliknya, kami secara aktif mempromosikan paradigma kolaborasi dengan semua negara," kata Retno dalam pidato bahasa Inggris di Sesi Debat Umum PBB di Markas PBB, New York, Amerika Serikat (AS), Senin (26/9/2022).

Retno memang menawarkan paradigma baru berupa kolaborasi global dalam pidatonya di Markas PBB. Paradigma ini, kata Retno, akan menjadi pedoman kepemimpinan Indonesia di ASEAN tahun depan.

Indonesia, kata Retno, berkomitmen memperkuat sentralitas ASEAN dalam membentuk tatanan regional di Indo-Pasifik, menempa persatuan sebagai lokomotif perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan, serta memastikan ASEAN penting bagi rakyatnya, kawasan, dan dunia.

"ASEAN juga akan terus serius menangani situasi di Myanmar," ujar Retno.

Retno menyatakan RI sangat prihatin dengan komitmen Junta Militer Myanmar untuk melaksanakan Konsensus Lima Poin (5PC) yang merupakan kesepakatan terkait langkah penyelesaian situasi di Myanmar. Poin-poin itu yakni penghentian kekerasan, dialog konstruktif antara semua pihak terkait di Myanmar untuk mencapai solusi damai, penunjukan Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar untuk fasilitasi proses dialog, penyaluran bantuan kemanusiaan oleh ASEAN, dan kunjungan Utusan Khusus ASEAN ke Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak.

Meski demikian, Menlu mengajak negara-negara ASEAN terus maju tanpa tersandera situasi di Myanmar. Menlu juga mengharapkan dukungan lain untuk penyelesaian konflik di Myanmar.

"ASEAN harus bergerak maju dan tidak tersandera oleh situasi di Myanmar. Dukungan dunia internasional, khususnya negara tetangga Myanmar, sangat penting untuk menghidupkan kembali demokrasi di Myanmar," kata Menlu.

Dalam kesempatan ini, Menlu Retno juga menyatakan Indonesia akan terus memperkuat kerja sama dengan negara-negara Pasifik. Indonesia, katanya, siap bekerja sama untuk mengatasi tantangan, termasuk perubahan iklim.

Simak juga 'Asa Timor Leste Masuk ASEAN Saat Presidensi Indonesia di 2023':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/fas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT