Menlu RI Tawarkan Paradigma Baru di Forum PBB demi Cegah Petaka Lebih Besar

ADVERTISEMENT

Laporan dari New York

Menlu RI Tawarkan Paradigma Baru di Forum PBB demi Cegah Petaka Lebih Besar

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 21:52 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyampaikan pidato mewakili pemerintah di Sidang Majelis Umum PBB ke-77 di New York, Amerika Serikat. (Gibran/detikcom)
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyampaikan pidato mewakili pemerintah di Sidang Majelis Umum PBB ke-77 di New York, Amerika Serikat. (Gibran/detikcom)
New York -

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menawarkan paradigma baru demi mencegah bencana lebih besar dari krisis yang kini dihadapi dunia. Paradigma baru ini mengedepankan persatuan dunia menghadapi krisis.

Hal ini disampaikan Retno dalam pidatonya mewakili pemerintah RI di Sidang Majelis Umum PBB ke-77 di New York, Amerika Serikat (AS), Senin (26/9/2022). Retno, di awal pidato berbahasa Inggris, mengungkit krisis dunia seperti perang yang bukan lagi kemungkinan tetapi kenyataan, pelanggaran hukum internasional yang telah menjadi norma untuk mengejar kepentingan pribadi, perubahan iklim, inflasi meningkat, hingga krisis pangan dan energi.

Retno menyebutkan fenomena ini bisa mengarah ke perang besar dan dunia telah menghadapi tantangan ini dengan cara yang salah. Karenanya, Retno menawarkan paradigma baru untuk mencegahnya.

"Jika kita melanjutkannya, kita akan menuju petaka. Namun, jika kita memilih jalan lain, kita mungkin punya kesempatan," kata Retno.

"Jadi hari ini saya menawarkan kepada Anda, sebuah tatanan dunia yang berdasarkan paradigma baru," kata Retno.

Paradigma ini, kata Retno, bersifat menang-menang. Paradigma baru ini juga, kata Retno, mengedepankan kolaborasi bukan kompetisi.

"Sebuah paradigma menang-menang, bukan menang-kalah. Paradigma merangkul, bukan membendung. Paradigma kolaborasi, bukan kompetisi," ujarnya.

Retno yakin paradigma baru bisa menjadi solusi krisis saat ini. "Ini adalah solusi transformatif yang kita butuhkan," kata Retno menegaskan.

(gbr/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT