Hakim Agung dan 5 Pegawai MA Tersangka KPK Resmi Diberhentikan Sementara

ADVERTISEMENT

Hakim Agung dan 5 Pegawai MA Tersangka KPK Resmi Diberhentikan Sementara

Wildan Noviansah - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 19:59 WIB
KPK menetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati serta sejumlah pegawai di MA sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara, Jumat (23/9/2022). KPK pun menahan Sudrajad Dimyati.
Hakim Agung Sudrajad Dimyati (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Hakim Agung Sudrajad Dimyati resmi diberhentikan sementara oleh Mahkamah Agung (MA) setelah menjadi tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara dan kini ditahan KPK. MA juga memberhentikan 5 pegawai lain yang diduga terlibat kasus tersebut.

"Memberhentikan sementara terhadap para tersangka yang diduga terlibat dalam tindak pidana yang saat ini sedang ditangani KPK, sampai adanya proses hukum yang berkepastian," kata jubir MA, Andi Samsan Nganro, kepada detikcom, Senin (26/9/2022).

Andi menyatakan pemberhentian terhadap Sudrajad dkk itu dilakukan berdasarkan kesepakatan dari para pimpinan MA, Hakim Agung MA, hingga Hakim Ad Hoc MA. Menurutnya, kesepakatan itu diputuskan di ruang sidang istimewa lantai 14 gedung MA, Jakarta Pusat, pada sore ini.

Selain memutuskan pemberhentian, para pimpinan MA serempak mengucapkan ikrar penguatan fakta integritas dalam meningkatkan komitmen MA.

"Mengucapkan ikrar penguatan Fakta integritas sebagai upaya untuk meningkatkan komitmen integritas yang tinggi," ujarnya.

KPK Tetapkan 10 Tersangka

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri mengumumkan penetapan 10 orang menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara. Salah satu tersangka ialah Hakim Agung Sudrajad Dimyati.

"Terkait sumber dana yang diberikan YP dan ES pada majelis hakim berasal dari HT dan IDKS. Jumlah uang yang kemudian diserahkan secara tunai oleh YP dan ES pada DY sejumlah sekitar SGD 202.000 (ekuivalen Rp 2,2 miliar) yang kemudian oleh DY dibagi lagi dengan pembagian DY menerima sekitar sejumlah Rp 250 juta, MH menerima sekitar sejumlah Rp 850 juta, ETP menerima sekitar sejumlah Rp 100 juta dan SD menerima sekitar sejumlah Rp 800 juta yang penerimaannya melalui ETP," kata Firli.

Setidaknya ada 10 tersangka dalam kasus ini, baik dari kalangan internal maupun eksternal Mahkamah Agung. Berikut ini daftar 10 tersangka kasus ini:

Sebagai Penerima:

- Sudrajad Dimyati, Hakim Agung pada Mahkamah Agung
- Elly Tri Pangestu, Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah Agung
- Desy Yustria, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
- Muhajir Habibie, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung
- Nurmanto Akmal, PNS Mahkamah Agung (Catatan: KPK awalnya menyebut tersangka berinisial RD, namun belakangan KPK menyampaikan klarifikasi)
- Albasri, PNS Mahkamah Agung

Sebagai Pemberi:

- Yosep Parera, Pengacara
- Eko Suparno, Pengacara
- Heryanto Tanaka, Swasta/Debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)
- Ivan Dwi Kusuma Sujanto, Swasta/Debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)

(fas/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT