Pembangunan Trem Kota Bogor Diusulkan Terhubung LRT Cibubur-Baranangsiang

ADVERTISEMENT

Pembangunan Trem Kota Bogor Diusulkan Terhubung LRT Cibubur-Baranangsiang

M Sholihin - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 17:46 WIB
CHENGDU, CHINA - JULY 04: Passengers wait to board a red Shudu train featuring the Bashu civilization on July 4, 2022 in Chengdu, Sichuan Province of China. The 30.2-meter-long smart trackless trains Shudu and Tianfu with a maximum capacity of 300 passengers conducted trial runs in Chengdu on Monday. The smart trackless trains have rubber tires and a small turning circle, equivalent of the turning radius of a 12-meter bus. Sichuan was known as Shu in ancient times, and Shudu means capital of Sichuan. (Photo by Liu Zhongjun/China News Service via Getty Images)
Ilustrasi trem. (Foto: China News Service via Getty Ima/China News Service)
Bogor -

Rencana pembangunan moda transportasi massal berupa kereta dalam kota atau trem di Kota Bogor sudah melewati tahapan studi kelayakan atau feasibility study (FS). Rekomendasi FS menyebut trem di Kota Bogor layak diwujudkan sebagai dukungan konsep green city dan konsep heritage city.

"Feasibility study oleh Colas Rail, Prancis, yang dilaksanakan dengan PT Iroda Colas telah selesai dilaksanakan. Rekomendasi FS disebut (trem Kota Bogor) layak sebagai dukungan konsep green city dan konsep heritage city," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Senin (26/9/2022).

Dedie mengatakan pihaknya telah bertemu dengan jajaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk membahas pematangan rencana pembangunan trem di Kota Bogor. Menurutnya, pihak Kemenhub menyambut baik dan diusulkan agar trem terintegrasi dengan LRT Cibubur-Cimanggis-Sentul-Terminal Baranangsiang.

"Kami butuh arahan lebih lanjut dari Kemenhub bagaimana langkah ke depan. Kami juga sudah berkomunikasi dengan PT Inka. Mereka berharap (trem) bisa terwujud," jelas Dedie.

"Sekarang sedang dikoordinasikan dengan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub untuk regulasi dan kemungkinan diusulkan sebagai Proyek Strategis Nasional," sambungnya.

Dedie menyebut trem menjadi transportasi yang representatif. Jika Kota Bogor sukses dalam menjalankan moda transportasi trem, akan menjadi contoh untuk kota-kota lainnya.

"Kalau setiap kota punya model transportasi massal berbasis rel, insyaallah bisa meminimalkan krisis BBM akibat konsumsi kendaraan pribadi yang besar seperti saat ini," sebut Dedie.

Sebagai tahap awal, akan dibangun koridor 1, yang menghubungkan Terminal Baranangsiang, Jalan Pajajaran, Jalan Otista, Jalan Juanda, Jalan Kapten Muslihat (Stasiun Bogor), Jalan Nyi Raja Permas, Jalan Dewi Sartika, Jalan Sawojajar, Jalan Sudirman, Jalan Jalak Harupat, dan Jalan Pajajaran menuju Baranangsiang.

Jalur ini dipilih karena terhubung dengan Terminal Baranangsiang, yang menjadi titik akhir LRT. Jalur ini juga tersambung dengan Stasiun Bogor dan Stasiun Paledang.

"Terkait pembiayaan, kajian pembiayaan sedang dilaksanakan. Apakah skema KPBU atau penugasan dan lain-lain. Konsepnya bisa multi-sources. Kombinasi APBD, APBN, investasi," ucap Dedie.

(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT