Siap-siap, TV Analog di Tangerang Raya 'Disuntik Mati' 5 Oktober

ADVERTISEMENT

Siap-siap, TV Analog di Tangerang Raya 'Disuntik Mati' 5 Oktober

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 13:07 WIB
Ilustrasi STB TV Digital, Set Top Box ini sebagai dibutuhkan sebagai alat untuk mengalihkan tv analog ke digital. STB juga akan diberikan gratis oleh pemerintah untuk masyarakat miskin.
Ilustrasi set top box TV Digital (Andhika Prasetia/detikcom)
Serang -

Wilayah Tangerang Raya jadi daerah yang masuk jadwal migrasi TV analog ke digital pada 5 Oktober 2022. Masyarakat tidak lagi bisa menerima tayangan kecuali siaran TV melalui transmisi digital menggunakan set top box (STB) atau smart TV.

"Tangerang Raya itu tanggal 5 Oktober di-switch off analog. Konsekuensinya, masyarakat tidak bisa menerima siaran lagi dari jalur analog yang lama, berpindah ke digital," kata Ketua Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Banten Haris Witharja kepada detikcom di Serang, Senin (26/9/2022).

Jadi masyarakat yang dinilai mampu memang harus memiliki perangkat TV yang harus kompatibel dengan siaran digital. Harga set top box di pasaran bervariasi, mulai Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu. Sekarang juga ada TV kategori smart TV, yang sudah bisa menerima sinyal digital.

"Waktu tidak terlalu banyak sampai 5 Oktober. Jadi masyarakat diimbau supaya tidak kehilangan layanan televisi, ini untuk masyarakat yang mampu," ujarnya.

Untuk warga tidak mampu, pemerintah dan lembaga penyiaran swasta penyelenggara multipleksing memiliki kewajiban membagikan set top box ke warga tidak mampu. Per hari ini, pembagian sudah berjalan di Tangerang Raya.

"Sekarang sedang berjalan, KPID juga memantau, memastikan karena masyarakat posisi pada tanggal 5 Oktober harus siap saat analog dimatikan," ujarnya.

Pada 5 Oktober itu, pembagian dari pemerintah dan lembaga penyiaran harus sudah 100 persen dibagikan di Tangerang Raya.

Untuk wilayah Banten I yaitu Serang, Kota Serang, Cilegon; Banten II yaitu Pandeglang; dan Banten III Lebak; KPID sudah meminta kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk melakukan mematikan siaran analog atau analog switch off (ASO). Sebab, daerah-daerah itu juga sudah pasti terdampak karena bisa dipastikan tidak menerima sinyal digital.

"Karena sinyal diterima di Banten sama bersumber dari Jabodetabek. Kalau Jabodetabek di-off, Banten tidak dapat sinyal analog," ujarnya.

KPID sudah memohon agar wilayah Banten lain itu dimatikan tapi dibarengi dengan pembagian set top box ke warga kurang mampu. Penyelenggaraan TV swasta juga harus segera membagikan agar warga tetap menerima siaran televisi.

"Kasihan warganya, masyarakat juga tidak boleh kehilangan akses ke televisi. Televisi jangan sampai kehilangan penonton karena posisinya Banten berbeda dengan kota lain seperti Bandung dan lain sebagainya, Banten I, II, dan III terdampak," ucapnya.

Simak video 'Niat Kominfo di Balik Penyetopan Siaran TV Analog: Demi Internet Merata':

[Gambas:Video 20detik]



(bri/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT