Buntut Kasus 4 ABG Perkosa Gadis, DKI Minta Warnet di Jakut Diedukasi

ADVERTISEMENT

Buntut Kasus 4 ABG Perkosa Gadis, DKI Minta Warnet di Jakut Diedukasi

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 10:55 WIB
Sejumlah protokol kesehatan diterapkan di ruang publik. Seperti halnya warnet game online di Solo yang gunakan sekat plastik untuk cegah penyebaran COVID-19.
Ilustrasi warnet (Agung Mardika/detikcom)
Jakarta -

Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (P2A dan PP) DKI Jakarta meminta tim penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mencegah remaja terpapar konten porno di internet. PKK dan komunitas diminta mengedukasi para pemilik warung internet (warnet).

Kepala Dinas P2A dan PP DKI Tuty Kusumawati mendapatkan informasi empat ABG yang memperkosa gadis di Rawa Malang tak mempunyai gawai namun sering mengunjungi warnet untuk mengakses situs-situs porno. Dia meminta agar pemilik warnet diedukasi untuk mengawasi anak-anak agar tidak mengakses situs porno.

"Kejadian ini mengingatkan untuk kembali lebih aktif menggandeng komunitas masyarakat, seperti dengan kader PKK, duta genre, mahasiswa, forum anak, dan jaringan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Kami bisa ajak mereka pendampingan ke warnet," ucap Tuty dalam siaran pers Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Senin (26/9/2022).

Tuty mengatakan siap melakukan koordinasi dengan dinas terkait di Provinsi DKI Jakarta terkait perizinan warnet yang ketahuan membiarkan anak mengakses konten dewasa.

Selanjutnya, Dinas P2A dan PP Provinsi DKI Jakarta akan melakukan dialog dengan dinas terkait, dengan para pemilik dan pengelola internet untuk mengawasi anak-anak yang menjadi pelanggan warnet, agar mereka juga peduli pada masa depan anak-anak.

"Kami akan edukasi supaya posisi warnet terbuka dan terjangkau pengawasan pengelola warnet sehingga anak-anak dapat diawasi ketika di warnet dan mencegah anak-anak untuk tidak mengakses situs-situs yang hanya untuk orang dewasa," kata Tuty.

Sementara itu, Menteri PPPA Bintang Puspayoga menjelaskan kasus pemerkosaan ini sudah ditangani oleh kepolisian, dan pihaknya juga sudah memberi pendampingan ke korban.

Bintang mengatakan pelaku yang berumur belasan tahun itu juga sudah ditemui dan dimintai keterangan. Dari hasil pertemuan, diperoleh keterangan bahwa para pelaku tidak memiliki gadget tetapi sering mengunjungi warnet untuk mengakses situs-situs yang hanya ditujukan untuk orang dewasa.

"Para pelaku yang termasuk dalam kategori anak berhadapan hukum (ABH) ini harus juga diberi edukasi atas setiap tindakan yang sudah mereka lakukan dan konsekuensi yang mereka hadapi. Orang tua juga harus lebih memberikan pengawasan, mengedukasi anak-anak mereka untuk tidak sembarangan mengakses konten berbahaya bagi kesehatan mental anak-anak mereka. Ayo, orang tua, seringlah komunikasi dengan anak kalian. Jangan biarkan anak-anak menjadi korban dan menjadi pelaku kekerasan," ujar Bintang.

Lihat juga video 'Perkosa Siswi SMP, Kuli Bangunan di Purwakarta Diciduk!':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT