Menteri PPPA Jenguk Korban Perkosaan di Jakut: Kami Ikut Sedih

ADVERTISEMENT

Menteri PPPA Jenguk Korban Perkosaan di Jakut: Kami Ikut Sedih

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 01:30 WIB
Menteri PPPA Bintang Puspayoga
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga (Foto: Dok. Kemen PPPA)
Jakarta -

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menjenguk remaja putri berusia 13 tahun yang menjadi korban pemerkosaan 4 ABG di Hutan Kota Jakarta Utara (Jakut). Bintang merasa sedih begitu mengetahui kondisi korban.

"Kami datang ke rumah keluarga korban yang paling utama ingin melihat kondisi korban dan sejauh mana pendampingan yang telah diberikan untuk korban kekerasan seksual dari teman sebayanya. Setelah berbincang dengan korban dan kakaknya, kami ikut sedih dengan kondisi korban yang tentu saja masih sangat trauma dengan kejadian itu," ujar Menteri PPPA di Cilincing, Jakarta Utara, dalam keterangannya, Minggu (25/09/2022).

"Dukungan kami berikan kepada korban agar mampu pulih dari trauma dan bisa melanjutkan sekolah kembali. Dari keterangan psikolog dan konselor yang mendampingi korban, saat ini korban diberikan kekuatan dan dukungan untuk kembali bersekolah karena sebentar lagi akan menghadapi ujian sekolah. Nanti pendampingan khusus untuk memulihkan kesehatan jiwa korban akan kembali dilanjutkan setelah ujian sekolah selesai," katanya.

Bintang salut dengan keberanian kakak korban untuk melaporkan kejadian yang menimpa adiknya ke polisi. Keberanian kakak korban, terang Bintang, perlu dicontoh.

"Keberanian keluarga korban ini perlu dicontoh oleh masyarakat luas. Setiap masyarakat yang menjadi korban kekerasan seksual dan melihat dan mendapatkan laporan kasus, harus segera bertindak untuk melapor agar kasusnya bisa segera tertangani," imbuh Bintang.

"KemenPPPA juga punya contact center khusus laporan pengaduan kekerasan, yaitu Layanan Pengaduan SAPA129 dengan menghubungi call centre 129 atau pesan Whatsapp di 08111-129-129," tegasnya.

Dari keterangan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara AKP Marotul Aeni, para pelaku adalah anak putus sekolah berusia 11 hingga 13 tahun. Polisi memberlakukan UU Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA).

"Kasus ini sudah dilakukan pemberkasan dan sudah kami kirimkan ke Kejaksaan. Kini kami menunggu hasil pemrosesan di Kejaksaan. Para pelaku kami titipkan sementara di Sentra Handayani. Untuk pendampingan terhadap korban juga sudah dilakukan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) DKI Jakarta," ucap Aeni.

Diberitakan sebelumnya, 4 ABG memperkosa gadis berusia 13 tahun di hutan kota Jakarta Utara. Pemerkosaan itu terjadi pada 6 September 2022. Keempat pelaku langsung dibekuk polisi.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Wibowo menegaskan pihaknya tidak bisa menahan pelaku pemerkosaan karena usianya masih di bawah umur. Sesuai amanat undang-undang, pelaku anak diselesaikan secara diversi.

"Sehingga penanganan yang kami gunakan juga harus sesuai aturan batasan usia si pelaku dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Di Pasal 21 ini disebutkan bahwa anak berusia di bawah 12 tahun tidak bisa dipidana," kata Wibowo dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (20/9/2022).

(isa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT