Walkot Bogor: Regulasi-Anggaran Jadi Kendala Kembangkan Kawasan Heritage

ADVERTISEMENT

Walkot Bogor: Regulasi-Anggaran Jadi Kendala Kembangkan Kawasan Heritage

Muchamad Sholihin - detikNews
Minggu, 25 Sep 2022 19:09 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Walkot Bogor Bima Arya (Foto: M Solihin/detikcom)
Bogor -

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, banyak pemerintah daerah yang terkendala regulasi dan anggaran dalam pengembangan kawasan warisan budaya (heritage). Jika dikelola dengan baik, kawasan heritage dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi baik daerah maupun nasional.

"Keterbatasan anggaran, wewenang, otoritas dan regulasi menjadi salah satu kendala yang saat ini dihadapi pemerintah daerah dalam pengembangan kawasan heritage. Sering kali kita terbentur oleh persoalan itu," kata Bima Arya dalam keterangannya, Minggu (25/9/2022).

"Aturan yang belum kuat, belum ada dasarnya, bahkan di banyak tempat warga tidak paham kalau itu heritage, main bongkar. Padahal kalau digarap dengan kuat, banyak values, banyak sekali cerita inspiratif. Kita perlu regulasi-regulasi seperti ini sehingga persoalan atas hak atau kepemilikan tidak menjadi kendala," tambahnya.

Bima menyebut, kawasan heritage di 73 daerah kota dan kabupaten yang kini menjadi anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi jika dikelola dengan baik. Namun ia berharap pemerintah dapat mendukung itu dengan aturan dan anggaran yang cukup.

"Saya membayangkan kalau nanti kita titipkan pesan ini kepada para capres untuk menghitung kalau setiap kota pusaka diberi anggaran, diberikan atensi, dibangun infrastrukturnya, diperjelas konsepnya, maka bisa berkontribusi pada pertumbuhan devisanya berapa? economic growth-nya berapa? Jangan-jangan ini lebih strategis dibanding kita mengejar target-target yang lain. Karena anggota JKPI ini ada 73 kota/kabupaten," kata Bima yang juga menjabat sebagai Presidium JKPI.

Pada minggu pagi tadi, Bima Arya sempat menghadiri silaturahmi warga Jalan Gunung-gunung di kawasan Jalan Kencana Kota Bogor. Kegiatan ini juga sekaligus mengenalkan kepada masyarakat bahwa kawasan jalan gunung-gunung sudah ditetapkan sebagai kawasan heritage kepada masyarakat luas.

"Silaturahmi warga jalan gunung-gunung merupakan acara rutin, tapi kali ini lumayan unik karena kami berpikir untuk membuat acara yang dapat berkontribusi besar pada pemerintah dan warga Bogor dengan mengenalkan kawasan kami yang merupakan kawasan heritage atau cagar budaya," ujar penyelenggara silaturahmi warga Jalan Gunung-gunung Kota Bogor, Harry H. Hardjakusumah.

Harry mengatakan, sebagai kawasan perumahan tertua di Kota Bogor, perumahan di jalan gunung-gunung mengalami banyak perubahan.

"Ini juga yang jadi concern kami. Ada Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang peruntukan lahan, yang mana seharusnya tidak dibolehkan kawasan permukiman menjadi kawasan komersial, yang memberikan izinnya bisa dipidana, apalagi kawasan ini sudah dinyatakan sebagai kawasan heritage. Mudah-mudahan kami bisa melestarikan kawasan ini seasri mungkin," tegasnya.

(isa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT