Firdaus Oiwobo Akan Lapor Balik soal 'Tak Percaya Dukun Batal Syahadat'

ADVERTISEMENT

Firdaus Oiwobo Akan Lapor Balik soal 'Tak Percaya Dukun Batal Syahadat'

Wildan Noviansah - detikNews
Minggu, 25 Sep 2022 14:24 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pengacara M Firdaus Oiwobo dilaporkan mahasiswa ke Polda Metro Jaya terkait pernyataannya soal 'yang tak percaya dukun batal syahadatnya'. Namun Firdaus bakal melaporkan balik dengan sangkaan ujaran kebencian.

Firdaus mengatakan pelapor bernama Achmad Syaiful Anam dalam hal ini sudah melakukan tindak pidana berupa ajakan kepada ribuan mahasiswa untuk mendemo dirinya. Ujaran kebencian tersebut, menurut Firdaus, disebarkan melalui media sosial.

"Dia melaporkan saya, oke saya akan melaporkan balik kamu. Syaiful Anam saya laporkan karena ujaran kebencian. Dia mengajak mahasiswa ribuan katanya untuk mendemo saya, dan mengajak Mabes untuk menangkap saya," kata Firdaus saat dihubungi, Minggu (25/9/2022).

"Iya lewat medsos dan disebarkan melalui grup-grup. Syaiful Anam saya laporkan karena menyebarkan video mengajak ribuan mahasiswa untuk mendemo saya. Dia membuat berita hoax seakan ada ribuan yang turun, tapi hanya 8 orang," imbuhnya.

Firdaus Oiwobo menyatakan pelapor tidak menelaah lebih dalam maksud dan tujuan ungkapannya tersebut. Selain itu, tindakan yang dilakukan pelapor mengambil potongan video yang kemudian dijadikan alat bukti juga dinilai sebagai tindakan pencurian.

"Mereka keliru (soal statement saya) karena tidak menelaah dengan detail bahasa saya, baik di wawancara maupun pada saat di ruang makan. Kan di ruang makan itu sudah jelas itu Instagram pribadi saya. Abis live itu saya matikan, tapi kenapa mereka colong? Kan itu curi namanya. Mens rea-nya sudah ada di situ," jelasnya.

Meskipun media sosial merupakan konsumsi publik, Firdaus menyebut hal tersebut tetap salah. Firdaus mengaku, dalam menyampaikan pernyataannya tentang 'tak percaya dukun batal syahadat', dia dilindungi UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Selain itu, dia mengaku seorang jurnalis dan dilindungi UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

"Nggak ada masalah, walaupun konsumsi publik tapi saya dilapisi oleh UU Nomor 18 Tahun 2003 saya juga wartawan, seorang jurnalis pemilik media jadi saya dilapisi UU Nomor 40 Tahun 1999. Dan UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, jadi tidak ada alasan saya tidak mem-publish bahasa saya demi klien saya. Saya punya imunitas dalam menangani kasus dan perkara klien saya," jelasnya.

Simak selengkapnya pada halaman berikutnya.

Simak juga Video: Dukun Cabul di Jepara Diciduk, Tipu-tipu Ngaku Lancarkan Rezeki

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT