Terjawab Sudah Teka-teki Penyebar Tabloid Anies

ADVERTISEMENT

Terjawab Sudah Teka-teki Penyebar Tabloid Anies

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 24 Sep 2022 20:01 WIB
Tabloid Anies Baswedan disebar di Malang
Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim
Jakarta -

Teka-teki siapa penyebar tabloid berisi kisah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Malang, kini terjawab. Tabloid itu ternyata dibagikan oleh relawan Anies.

Dilansir detikJatim, Sabtu (24/9/2022), Ketua Relawan Anies P-24 Kota Malang Joemawan Muhammad mengatakan pihaknya merupakan penyebar tabloid itu.

"Yang menyebarkan tabloid itu memang kami. Artinya, menyebarkan tabloid itu di Kota Malang," kata Joemawan Muhammad.

Joemawan mengklaim relawan Anies P-24 Kota Malang menerima 3.000 eksemplar tabloid dari Jakarta. Dia mengatakan tabloid-tabloid itu kemudian disebar ke sejumlah ruang publik.

"Kami sudah sebarkan sekitar 2.800-an (tabloid) dan hampir habis. Sekarang tinggal 200-an saja," jelasnya.

Joemawan mengklaim Relawan Anies P-24 sudah mendapat persetujuan. Dia juga menyebut ada Ketua Relawan Anies P-24 bernama Gunaris di tingkat pusat.

"Di Jatim kita sudah ada DPD juga, tinggal beberapa saja (yang belum terbentuk)," katanya.

Tabloid Anies Baswedan disebar di MalangTabloid Anies Baswedan disebar di Malang (Muhammad Aminudin/detikJatim)

Awal Mula Heboh Tabloid Anies

Tabloid KBAnewspaper itu berisi 12 halaman dengan edisi cetak 28 Februari 2022. Ada foto Anies Baswedan di cover tabloid dengan tajuk 'MENGAPA HARUS ANIES?'

Semua konten tabloid itu mengulas soal Anies Baswedan. Tampak nama Ramadhan Pohan sebagai founder/CEO pada boks redaksi. Tapi tak ada alamat jelas kantor tabloid tersebut.

"Kami tidak tahu semua itu. Saya kan sedang kerja ya. Yang menyebarkan itu juga siapa kami tidak tahu," jelas Ketua Takmir Masjid Al Amin, Sugeng Riyadi.

Wali Kota Malang Sutiaji pun geram karena beredarnya tabloid berisi foto dan kisah Anies tersebut. Pemkot Malang pun akan mengeluarkan edaran untuk Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang agar kejadian serupa tak terulang kembali.

"Jangan membawa dan menarik-narik urusan berbau politik ke tempat ibadah. Walaupun domainnya itu domainnya ibadah masing-masing," kata Sutiaji.

Tabloid berisikan kisah Anies itu juga beredar di pasar tradisional, Kota Malang. Beberapa pedagang mengaku ada seorang pria yang membagikan tabloid KBAnewspaper berisi 12 halaman dengan edisi cetak 28 Februari 2022.

Siapa yang menyebar tabloid itu awalnya menjadi misteri. Konfederasi Relawan Anies (KoReAn) meyakini penyebaran tabloid itu tak dikoordinir oleh Anies. KoReAn pun menyayangkan tabloid itu beredar di masjid.

"Secara umum saya setuju dengan Pak Wali Kota ini. Memang sebaiknya tak dibagikan di tempat ibadah meskipun sekarang kampus sudah dibolehkan menjadi tempat sosialisasi politik. Tetapi tempat ibadah memang sebaiknya tak menjadi tempat berpolitik praktis," kata Ketum KoReAn Ramli Rahim.

"Setahu saya banyak orang yang minta tabloid itu. Mereka sendiri yang berinisiatif membagi. Bahkan setahu saya, ada yang hanya dapat file, lalu cetak sendiri. Ini gerakan arus bawah, pengamatan saya. Bukan hanya tabloid, tapi stiker, spanduk, masyarakat buat sendiri," jelasnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT