ADVERTISEMENT

NasDem Tak Setuju Tabloid Anies Dinilai Curi Start Kampanye Pilpres

Nahda Rizki Utami - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 18:42 WIB
Tabloid Anies Baswedan
Tabloid berisi berita kesuksesan Anies Baswedan beredar. (Muhammad Aminudin/detikcom)
Jakarta -

Partai NasDem menanggapi terkait tabloid berisikan sosok Gubernur DKI Anies Baswedan yang disebar di sebuah masjid di Kota Malang, Jawa Timur. NasDem melihat beredarnya tabloid itu bukan termasuk upaya curi start Pilpres 2024.

"Itu bukan mencuri start kampanye start duluan," kata Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali kepada wartawan, Kamis (22/9/2022).

Ali mengatakan Anies merupakan salah satu figur yang telah menyatakan siap untuk mengikuti kontestasi Pilpres 2024. Oleh sebab itu, beredarnya tabloid yang berisikan sosok Anies ramai dibahas publik.

"Tergantung dari sudut mana melihatnya. Kalau juga kemudian itu ada unsur politik terus apa masalahnya? Tapi bagi kita melihat tabloid yang kemudian menjadi diskusi hari ini karena orang selalu melihat Anies adalah figur yang akan maju dalam kontestasi politik," jelas Ali.

"Bagi yang tidak suka Anies tetap melihat itu dari sisi lain, orang yang suka Anies tanpa Anies melakukan apapun ya tetap menyukai Anies," tambahnya.

Ali kemudian menyebut sebaiknya publik tidak saling mencela satu sama lain. Menurutnya, setiap persoalan selalu ada pihak yang suka dan tidak suka.

"Kalau saya melihatnya apa yang terjadi hari ini adalah satu edukasi yang harus kita lakukan daripada kita mengisi ruang publik dengan saling mencerca, menjelek-jelekan itu tidak akan menyelesaikan permasalahan karena tadi ada dua kubu tadi yang suka dan tidak suka," ujar Ali.

Tentang Tabloid Kesuksesan Anies

Tabloid berisi kesuksesan Anies Baswedan disebar di Masjid Al Amin, Kota Malang, Jawa Timur. Gerakan Arek Suroboyo Spontan (GASS) menilai penyebaran tabloid itu tak melanggar hukum.

"Apakah itu disebar atau dibawa dari luar saat salat Jumat, setelah itu tabloidnya ketinggalan itu bisa saja terjadi. Tapi secara hukum tidak salah ya, secara hukum formal," kata Ketua GASS Herry Cahya Putra, seperti dilansir detikJatim, Selasa (20/9).

"Apa yang salah? Itu tabloid ya biasa-biasa saja, tidak ada ujaran kebencian, toh tidak ada ajakan kesesatan atau menyesatkan. Apa permasalahannya? Biasa aja," lanjutnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT