ADVERTISEMENT

Laporan dari New York

Menlu RI Suarakan Kondisi Masyarakat Rohingya saat Bertemu Presiden ICRC

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Sabtu, 24 Sep 2022 04:22 WIB
Menlu Retno bersana Presiden Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC). Peter Maurer
Foto: Menlu Retno bersama Presiden Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC). Peter Maurer (dok. Andi Barus/Kemlu)
New York -

Isu Myanmar hingga Afghanistan masih disuarakan Menlu RI Retno LP Marsudi dalam kunjungan kerjanya ke New York, Amerika Serikat (AS). Salah satu topik yang dibahas terkait Myanmar dan Afghanistan ialah bantuan kemanusiaan.

Topik ini dibahas Menlu RI dalam pertemuan dengan Peter Maurer, Presiden Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC). Dalam pertemuan ini, Retno berbicara kondisi masyarakat Rohingya yang membutuhkan perhatian dunia meski banyak krisis yang terjadi.

"Kondisi masyarakat Rohingya di pengungsian perlu terus mendapatkan perhatian di tengah dunia yang menghadapi banyak krisis," ujar Retno.

Retno mengungkit kondisi Myanmar setelah kudeta pecah. Dia mengatakan situasi di Myanmar membuat repatriasi Rohingya makin sulit.

"Situasi Myanmar setelah kudeta, menjadi lebih sulit untuk melakukan repatriasi Rohingya ke Myanmar secara sukarela, aman dan bermartabat", kata Menlu Retno yang menambahkan bahwa bantuan kemanusiaan ke Myanmar harus mencapai pihak yang memerlukan, tanpa diskriminasi.

Terkait Afghanistan, Retno menyampaikan prioritas Indonesia saat ini, termasuk isu akses Pendidikan bagi perempuan di Afghanistan. Retno juga menjelaskan kerja sama yang dilakukan bersama Qatar untuk Afghanistan, termasuk dialog antar-ulama.

Pertemuan Retno dengan ICRC dilakukan di sela-sela rangkaian Sidang Majelis Umum PBB ke-77 di New York Amerika Serikat. Pertemuan ini merupakan perpisahan karena Presiden Palang Merah Internasional segera mengakhiri masa tugasnya. Indonesia dan ICRC banyak melakukan kerja sama, termasuk di negara-negara yang mengalami krisis kemanusiaan.

Simak juga 'Mendobrak Jalan Buntu Penantian Pengungsi ke Negara Impian':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT