ADVERTISEMENT

Tapal Batas

Mengenal Dayak Bidayuh, Suku Serumpun di Tapal Batas RI-Malaysia

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 23 Sep 2022 10:16 WIB
Kampung Budaya Bung Kupuak
Foto: detikcom/Rifkianto Nugroho
Bengkayang -

Dayak Bidayuh merupakan salah satu sub suku Dayak yang ada di Pulau Kalimantan. Mayoritas warga suku Dayak Bidayuh tinggai di tapal batas Kalimantan Barat, Indonesia dengan Sarawak, Malaysia hingga Brunei Darussalam.

Cahyo Pamungkas dalam penelitiannya 'Pengelolaan Perbatasan dan Hubungan Antaretnis di Bengkayang' yang diterbitkan Jurnal Hubungan Internasional (2018) menjelaskan Dayak Bidayuh adalah salah satu sub-etnis di Kecamatan Jagoi Babang dan Siding yang berbatasan langsung dengan Serikin, Malaysia.

Saudara-saudara mereka juga banyak yang menetap di Serikin, disebut Bidayuh Sarawak. Meskipun terdapat pemisahan perbatasan negara, kedua komunitas tersebut tetap berusaha untuk menyatu.

Dijelaskan juga bahwa masyarakat perbatasan di Bengkayang dan Sarawak pada dasarnya memiliki kesamaan aspek-aspek kebudayaan seperti tradisi dan bahasa. Kedua komunitas ini dipisahkan oleh batas-batas politik administratif, namun masih termasuk masyarakat adat yang sama. Mereka memiliki identitas kebudayaan yang sama, serta berbagi sejarah pada masa lalu.

Kepala Dusun Jagoi, Libik mengamini hal tersebut. Salah satu buktinya ialah adanya Kampung Adat Bung Kupuak yang merupakan kampung tua di Jagoi Babang dan diyakini didirikan oleh tetua yang berasal dari Malaysia.

"Awalnya mereka berpindah dan menemukan tempat ini (Jagoi Babang), mereka menemukan dari suara burung dan semut bahwa tempat ini cocok untuk dijadikan sebagai perkampungan. Sudah berusia 182 tahun. Sudah 1 abad lebih. Terdiri dari 2 desa, Desa Jagoi dan Desa Sekida. Mereka berasal dari Malaysia," ujarnya kepada detikcom belum lama ini.

"Setelah mereka cocok (lokasi dijadikan perkampungan), jadi tahun ke tahun mereka berdomisili di sini, mereka membuat rumah adat, membuat gawai. Setelah panen padi terkumpulah tetua di sini, menanyakan hasil padi, ikan, berburu, buat syukuran kita buatkan rumah adat di sini. Hingga saat ini gawai tetap diadakan di Bung Kupuak ini," imbuhnya.

Menurut Libik, rumah adat yang ada di Kampung Adat pemenang Anugerah Pesona Indonesia dari Kemenparekraf ini memiliki ciri yang sama dengan yang ada di Malaysia. Bahkan ada tempat kecil di sekitar rumah adat yang menyimpan setengah tengkorak yang diyakini berasal dari kepala tetua Dayak Bidayuh yang ada di Malaysia. Adapun setengahnya lagi diyakini berada di Malaysia.

Di rumah adat ini juga lah sering digelar ritual adat gawai atau syukuran pasca-panen yang seringkali mengundang saudara serumpun sesama dayak bidayuh dari kecamatan sekitarnya hingga yang ada di Malaysia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya Bengkayang, Heru Pujiono menjelaskan ritual adat yang digelar di Bung Kupuak bernama Gawia Sowa dan rutin dilakukan setiap tahun. Bahkan beberapa kali mengundang saudara serumpunnya.

"Kalau Gawia Sowa yang di Jagoi Babang karena merupakan satu kegiatan yang serumpun dengan Dayak Bidayuh yang ada di Malaysia, biasanya mereka dalam kurun waktu 5 tahunan ada secara bersama, mungkin di bengkayan gini tahun depan gawai serumpun, hadir nanti dari serawak, kuching, brunei darussalam.

Dari segi sosial, banyak warga Jagoi Babang dan sekitarnya yang berdagang hasil bumi maupun kerajinanya di Pasar Serikin, Sarawak karena faktor jarak yang lebih dekat. Selain itu, banyak pula yang bekerja, bahkan mendapatkan jodoh orang Sarawak.

Jambakri, pedagang sembako dan agen BRILink di Pasar Seluas bercerita ada satu kampung di dekat rumahnya yang hampir 70% laki-laki atau bapaknya kerja di Malaysia. Hal itu dibuktikan dari banyaknya wanita dari kampung itu yang ikut mendebit uang dari layanan BRILinknya usai ditransfer suaminya dari Malaysia.

"Biasanya mereka dihubungi sudah ditransfer, setelah 30 menitan baru kadang udah masuk dan diambil lewat sini. Udah dapat duit, sekalian belanja sembako di warung saya buat kebutuhan sehari-hari mereka," ujarnya.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

Simak Video "Jagoi Babang, Kecamatan di Kalbar yang Berbatasan dengan Malaysia"

(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT