ADVERTISEMENT

Pengacara Sebut Lukas Enembe Masih Sakit, Minta KPK Tunda Periksa

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 23 Sep 2022 07:13 WIB
Profil Lukas Enembe, Kini Dicegah ke LN Usai Jadi Tersangka
Foto: Lukas Enembe (Wilpret-detik)
Jakarta -

KPK telah melayangkan pemanggilan kedua Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka Senin depan. Lukas Enembe dipastikan tak akan hadiri pemanggilan tersebut karena alasan masih sakit.

Hal itu diungkap oleh Kuasa Humum Lukas Enembe, Aloysius Renwarin. Dia akan bersurat ke KPK untuk meminta penundaan pemeriksaan.

"Yang jelas kan beliau dalam keadaan sakit, nanti kami menyurati KPK untuk menunda penyelidikan," kata Aloysius kepada wartawan, Kamis (22/9/2022).

Aloysius menyebut Lukas Enembe tidak bisa hadir karena masih sakit. Surat balasan itu akan dia kirim Senin, berserta dokumen dari rumah sakit.

"Iya (belum bisa hadir) karena alasan sakit," ujarnya.

"Kami akan menyurati KPK nanti dan akan membawa dokumen rumah sakit nanti hari Senin di gedung KPK," lanjut Aloysius.

Lebih lanjut, Aloysius membeberkan kondisi Lukas Enembe saat ini. Dia mengatakan Lukas masih dalam perawatan di kediamannya di Koya Tengah, Jayapura.

"Orang sakit, kakinya bengkak, tekanan darah tinggi, masih dalam perawatan di rumahnya Pak Lukas di Koya Tengah Jayapura," ucapnya.

Sebelumnya, KPK telah melayangkan surat panggilan kedua kepada Gubernur Papua Lukas Enembe untuk hadir pada Senin, 26 September 2022, di gedung KPK. Lukas bakal diperiksa sebagai tersangka.

"Iya, informasi yang kami peroleh, benar surat panggilan sebagai tersangka sudah dikirimkan tim penyidik KPK," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (22/9/2022).

"Pemeriksaan diagendakan Senin, 26 September 2022, di gedung Merah Putih KPK," lanjutnya.

Adapun panggilan Senin (26/9) tersebut, kata Ali, merupakan panggilan kedua Lukas Enembe. Sebelumnya, Lukas mengkonfirmasi ketidakhadirannya pada panggilan pertama 12 September lalu.

"Ini merupakan surat panggilan kedua. Sebelumnya, yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk hadir tanggal 12 September 2022 lalu namun mengkonfirmasi tidak dapat hadir," ujar Ali.

Simak Video 'DPR Minta Lukas Enembe Penuhi Panggilan KPK: Gentle Hadapi Kasus':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT