Jazilul Fawaid Ingin Kader Muda NU Kuasai IT dan Data Science

ADVERTISEMENT

Jazilul Fawaid Ingin Kader Muda NU Kuasai IT dan Data Science

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 20:47 WIB
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mendorong kader muda NU untuk menguasai IT dan data science. Menurutnya, saat ini teknologi informasi telah berkembang sangat cepat, bahkan hampir semua lini kehidupan telah bersentuhan langsung dan bergantung pada penggunaan IT.

Selain itu, di tengah kecanggihan teknologi modern saat ini, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu parameter utama bangsa yang kuat.

"Kalau parameter negara kuat itu diukur berdasarkan kekayaan alam (SDA-nya) maka Indonesia sangat kuat, tapi dari sisi kemampuan SDM umumnya kita masih tertinggal jauh dari negara-negara maju. Apalagi di bidang IT dan data science," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (22/9/2022).

Hal ini dia ungkapkan dalam Pelatihan IT dan Data Science bertema 'Mencetak Generasi IT dan Data Science yang Terampil dan Siap Kerja' yang digelar Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) DKI Jakarta di Jakarta.

Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta ini menjelaskan pelatihan IT dan data science ini merupakan hal penting yang bertujuan untuk menunjang pengetahuan dan keterampilan anak-anak muda NU.

"Sebab kalau mencari ahli-ahli IT dan data science di NU masih minim. Padahal ini adalah salah satu profesi terbaik saat ini," katanya.

Ia mengatakan kecerdasan manusia akan terus mengalami perluasan. Jika dulu ukuran kecerdasan kerap dilihat dari kecerdasan emosi, intelegensi (IQ), dan kecerdasan spiritual, saat ini muncul kecerdasan artifisial atau kecerdasan buatan.

"Itu yang kita latih karena kita butuh itu. Di zaman modern ini semua bergerak ke arah itu. Kecerdasan yang dibuat manusia sehingga memudahkan segalanya," paparnya.

Meski demikian, Jazilul mengatakan perkembangan IT yang sangat pesat tak hanya menghadirkan hal-hal positif, namun juga memunculkan dampak negatifnya yang luar biasa. Perkembangan IT, kata Jazilul, memudahkan masyarakat untuk mengakses pornografi, judi online maupun berita bohong (hoax) dengan cepat.

"Hari ini banyak fitnah, berita-berita hoax dari teknologi canggih ini. Dulu ada hoax, tapi tidak seperti sekarang yang bisa menyebar sedemikian dahsyat. Berita benar kadang kalah dengan berita bohong. Itulah mengapa pentingnya NU memperkuat SDM-SDM muda yang menguasai IT, data science dan sebagainya," paparnya.

Wakil Ketua Umum DPP PKB ini pun menilai penguasaan IT oleh kader-kader NU juga dapat dijadikan sebagai langkah untuk mempermudah dan mempercepat syiar ajaran ahlussunnah wal jamaah. Pasalnya, saat ini NU menghadapi situasi dan tantangan yang berbeda dengan masa lalu.

Oleh karena itu, Jazilul mengatakan kader-kader NU perlu memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi, dan melakukan percepatan budaya yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

"Kita di NU ini juga butuh penceramah-penceramah yang bisa menguasai IT, bisa membuat konten ceramah yang singkat 5 menitan tapi mudah dipahami dan disebar. Jadi selain penceramah yang punya banyak jamaah seperti para kiai, juga butuh penceramah yang punya banyak follower di medsos," katanya.

"Itulah mengapa pelatihan seperti ini penting agar kita tidak ketinggalan dan mampu mengontrol sehingga kita tidak dijadikan 'tempat sampah' dari perkembangan teknologi yang canggih ini," imbuhnya.

Di samping itu, Jazilul mengatakan kader-kader muda NU harus ikut memberikan warna dalam pengembangan data science dan teknologi. Hal ini sebagai tanggung jawab dan tantangan, terutama bagi anak-anak muda NU ke depannya.

(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT