ETLE Diterapkan di 34 Polda, Kapolri Harap Disiplin Lalin Meningkat

ADVERTISEMENT

ETLE Diterapkan di 34 Polda, Kapolri Harap Disiplin Lalin Meningkat

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 15:14 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beryukur tilang elektronik (ETLE) diterapkan di 34 polda. (dok Polri)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersyukur tilang elektronik (ETLE) diterapkan di 34 polda. (dok. Polri)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri syukuran perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-67 Lalu Lintas Bhayangkara. Dia bersyukur program prioritas Presisi, yakni tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE), diterapkan di 34 polda.

"Alhamdulillah bersamaan dengan HUT Lantas ke-67, kita selesaikan program prioritas kita, yaitu ETLE nasional yang hari ini diresmikan di delapan Polda, sehingga totalnya saat ini sudah selesai di 34 Polda," kata Sigit dalam keterangannya, Kamis (22/9/2022).

Meski begitu, Sigit tetap meminta seluruh jajaran Korps Lalu Lintas Polri terus mengembangkan serta meningkatkan ETLE tersebut. Dia mengatakan tilang elektronik tak hanya berlaku di tingkat provinsi, tapi juga harus diterapkan di wilayah kabupaten dan kota.

"Oleh karena itu, tentunya kita dorong para kapolda dan kapolres, untuk terus melaksanakan koordinasi sehingga program ini betul-betul bisa tergelar sampai jajaran paling bawah," ujarnya.

Pada kesempatan ini, Sigit turut meresmikan inovasi ETLE dalam bentuk gawai dan aplikasi ponsel pintar sehingga tilang elektronik tak hanya bersifat diam atau statis, tapi juga dapat bergerak secara dinamis di lapangan.

Kecelakaan Fatal Diharap Turun

Menurutnya, terobosan inovasi tersebut sangat bermanfaat dalam memberikan pelayanan prima dan terbaik untuk masyarakat. Diharapkan dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi itu, angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisasi sekecil mungkin.

"Dan kemudian ini bisa dilaksanakan dalam kegiatan patroli. Khususnya di tempat-tempat yang rawan kecelakaan sehingga kemudian harapan kita dengan peningkatan dan pergelaran ETLE ini angka kecelakaan lalu lintas, semakin hari atau dari tahun ke tahun kita harapkan makin turun. Karena kepatuhan, ketaatan, dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas makin baik dan ini tentunya akan menurunkan potensi kecelakaan lalu lintas," ucap Sigit.

Dia berharap pengembangan basis teknologi informasi ini mampu menghindari terjadinya potensi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh jajaran Polantas.

Dia mengatakan polisi bersabuk putih merupakan salah satu personel yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga harus mampu memberikan pelayanan dan kinerja yang optimal bagi seluruh warga Indonesia.

"Tentunya dengan pengembangan teknologi informasi yang ada, layanan kepolisian akan semakin cepat, semakin baik. Tentu bagaimana upaya kita untuk semakin hari menghindari pelanggaran dan menampilkan jajaran lalu lintas yang menjadi salah satu etalase Polri yang selalu berinteraksi bersama-sama dan berhadapan dengan masyarakat. Sehingga ke depan kita harapkan postur lalu lintas, yang mewakili etalase Polri, menampilkan sosok Polri yang tegas, wibawa, humanis, dan bersih. Namun di dalam pelayanannya tentunya semakin dekat dan dicintai masyarakat," papar Sigit.

Minta Korlantas Terus Beri Layanan Terbaik

Sigit juga meminta jajaran Korlantas Polri terus memberikan pelayanan terbaik. Apalagi saat ini Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan event internasional Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

Peran polisi lalu lintas menjadi salah satu yang paling sentral dalam memberikan pengamanan dan penjagaan kegiatan itu sehingga dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Dalam mengamankan dan memastikan Presidensi G20 berjalan lancar dan aman, Polri juga menyiapkan 91 Command Center. Pada pusat komando itu terdapat fitur-fitur yang terintegrasi posko pembantu Polda Bali dan BNDCC sebagai pusat kendali koordinasi, komunikasi, dan informasi.

Command Center itu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dengan fitur terdiri dari, monitoring CCTV, monitoring Drone, monitoring Body Worn, monitoring GPS Ranmor Patroli, submonitoring center, Dashboard Polisiku, Dashboard 110, SOT Presisi, serta info BMKG dan Cuaca.

Lalu, Inarisk BNPB, monitoring kecepatan angin, prakiraan cuaca di Pelabuhan, pasang surut air dan tinggi gelombang, flight radar, dan traffic marine.

"Body Worn Camera saat ini terus kita kembangkan, khususnya dalam kegiatan KTT G20. Ini untuk melengkapi pengawasan dan pengamanan, terkait dengan rangkaian proses pengamanan yang dilaksanakan oleh Polri. Disamping, tentunya ini bisa membantu melengkapi Mobile Apps yang disiapkan. Namun Body Worn tentunya kita lakukan untuk membantu tingkatkan pengawasan serta hal-hal lain yang dibutuhkan untuk pengamanan dan keselamatan," tutup Sigit.

Simak juga video 'Fitur Ini Bisa Bikin Kita Antitilang Overspeed ETLE':

[Gambas:Video 20detik]

(jbr/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT