10 Pasar di DKI Bakal Direvitalisasi, Anggarannya Rp 20 M Per Lokasi

ADVERTISEMENT

10 Pasar di DKI Bakal Direvitalisasi, Anggarannya Rp 20 M Per Lokasi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 14:21 WIB
Anies Baswedan di peresmian pasar (Tiara-detikcom)
Ilustrasi pasar (Tiara/detikcom)
Jakarta -

BUMD DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, akan merevitalisasi sepuluh pasar tradisional di Jakarta. Revitalisasi itu dilakukan dengan anggaran Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar per lokasi.

"Dua di antaranya itu bangunan cagar budaya yang Petojo Enclek sama Hexagon Ikan Luar Batang, itu bangunan cagar budaya," kata Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, Gatra Vaganza, kepada wartawan, Kamis (22/9/2022).

"Kalau yang lain kan dengan desain baru kita bisa sesuaikan, kalau ini kan nggak boleh mengubah, bangunan aslinya kita nggak boleh ubah. Kita tetap pertahankan bangunan aslinya mungkin suasana dan perkembangan yang bisa diubah," tambahnya.

Dia mengatakan sembilan pasar yang direvitalisasi itu akan menerapkan prinsip zero run off, yakni air hujan akan dialirkan ke sumur resapan. "Kecuali Pasar Perumnas Klender kalau pasar lainnya zero run off," ujarnya.

Gatra mengatakan revitalisasi pasar ini menelan anggaran sekitar Rp 15-20 miliar per lokasi. Sumber anggaran sebagian besar berasal dari penyertaan modal daerah (PMD) Pasar Jaya.

"Saya coba rata rata saja ya, saya nggak hapal detailnya sekitar satu pasar kesampingkan Perumnas Klender, sekitar antara Rp 15 sampai Rp 20 miliar per satu pasar," ujarnya.

Berikut daftar sepuluh pasar yang akan direvitalisasi:

1. Pasar Sumur Batu
2. Pasar Ikan Luar Batang (Pasar Hexagon)
3. Pasar Petojo Enclek
4. Pasar Jatirawasari
5. Pasar Kalideres
6. Pasar Gandaria
7. Pasar Kombongan
8. Pasar Kwitang Dalam
9. Pasar Cilincing
10. Pasar Perumnas Klender

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Tri Prasetyo, mengatakan selama lima tahun terakhir pihaknya melakukan revitalisasi enam pasar. Keenam pasar itu di antaranya Pasar Sinar, Pasar Cawang Kavling, Pasar Senen Blok 3, Pasar Bidadari, Pasar Karet Belakang dan Pasar Kramat Jati.

"Di samping itu juga ada 10 pasar yang masih dalam proses," kata Tri di Pasar Cipinang Kebembem, Jakarta Timur.

(taa/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT