Isu Politik Terkini: Tabloid Anies di Masjid, Baliho 'Jegal' Prabowo Beredar

ADVERTISEMENT

Isu Politik Terkini: Tabloid Anies di Masjid, Baliho 'Jegal' Prabowo Beredar

Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 13:06 WIB
Isu Politik Terkini: Tabloid Anies di Masjid, Baliho Jegal Prabowo Beredar
Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim

Tabloid berisi kisah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beredar di Masjid Al Amin, Kota Malang. Tabloid itu dibagikan kepada jemaah saat salat Jumat.

Dilansir detikJatim, Selasa (20/9/2022), tabloid bernama KBAnewspaper itu berisi 12 halaman dengan edisi cetak 28 Februari 2022. Ada foto Anies Baswedan di cover tabloid dengan tajuk 'MENGAPA HARUS ANIES?'

Pada boks redaksi tabloid yang semua kontennya mengulas soal Anies Baswedan itu, tertera nama Ramadhan Pohan sebagai Founder/CEO. Tapi, tak ada alamat jelas kantor tabloid tersebut.

"Kami tidak tahu semua itu. Saya kan sedang kerja ya. Yang menyebarkan itu juga siapa kami tidak tahu," jelas Ketua Takmir Masjid Al Amin, Sugeng Riyadi.

Wali Kota Malang Sutiaji pun geram karena beredarnya tabloid berisi foto dan kisah Anies tersebut. Pemkot Malang pun akan mengeluarkan edaran untuk Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang agar kejadian serupa tak terulang kembali.

"Jangan membawa dan menarik-narik urusan berbau politik ke tempat ibadah. Walaupun domainnya itu domainnya ibadah masing-masing," kata Sutiaji.

Selain di masjid, tabloid berisikan kisah Anies itu juga diedarkan di pasar tradisional, Kota Malang. Beberapa pedagang mengaku ada seorang pria yang membagikan tabloid KBAnewspaper berisi 12 halaman dengan edisi cetak 28 Februari 2022.

Lalu, siapa yang menyebarkan tabloid itu?

Konfederasi Relawan Anies (KoReAn) pun buka suara. KoReAn menyayangkan ada kegiatan politik di tempat ibadah.

"Secara umum saya setuju dengan Pak Wali Kota ini. Memang sebaiknya tak dibagikan di tempat ibadah meskipun sekarang kampus sudah dibolehkan menjadi tempat sosialisasi politik. Tetapi tempat ibadah memang sebaiknya tak menjadi tempat berpolitik praktis," kata Ketum KoReAn Ramli Rahim.

Ramli mendukung sikap Wali Kota Malang Sutiaji. Menurutnya, seluruh tempat ibadah tidak boleh dipakai untuk kegiatan politik. Dia juga mengatakan ada relawan yang bergerak secara struktur dan tidak. Menurutnya, yang dilakukan para relawan merupakan bentuk dukungan terhadap Anies.

"Tabloid KBA itu memang banyak memuat hal-hal tentang Anies, tetapi status tabloid itu sama saja dengan tabloid lainnya atau media cetak lainnya. Jadi Pak Wali juga harus konsisten jika ada yang membagikan koran atau media apa pun yang menampilkan tokoh tertentu, termasuk misalnya Pak Jokowi, yang konon kabarnya didorong jadi cawapres atau capres tiga periode, maka harus dilakukan tindakan sama dan kami dukung Pak Wali melakukan itu semua," paparnya.

Menurutnya, relawan, apalagi sekadar simpatisan, tidak memiliki aturan mengikat soal berkegiatan. Ramli tak mencurigai aksi bagi-bagi tabloid itu dilakukan oleh lawan politik Anies.

Ramli juga menyampaikan tak ada instruksi soal pembagian tabloid Anies Baswedan. Menurutnya, banyak warga yang justru meminta tabloid Anies. Ramli menegaskan aksi itu tak dikoordinasi oleh Anies.

"Setahu saya banyak orang yang minta tabloid itu. Mereka sendiri yang berinisiatif membagi. Bahkan setahu saya, ada yang hanya dapat file, lalu cetak sendiri. Ini gerakan arus bawah, pengamatan saya. Bukan hanya tabloid, tapi stiker, spanduk, masyarakat buat sendiri," jelasnya.

Dewan Masjid Indonesia (DMI) juga buka suara. Menurut DMI, masjid harus bebas dari aktivitas politik praktis. DMI mengaku akan membuat surat edaran agar masjid menjaga netralitas pada Pemilu.

"DMI sendiri, sebagaimana pada pra-pemilu yang lalu, akan mengeluarkan Edaran terkait netralisasi masjid atau musala sebagai tempat ibadah dan berkumpulnya jemaah inklusif dengan berbagai latar belakang, premordial, budaya, paham keagamaan, adat istiadat dan sebagainya sehingga masjid tetap mengutamakan keutuhan umat, masyarakat, dan bangsa," kata Sekjen DMI Imam Addaruqutni dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/9/2022).

Imam mengatakan dirinya belum membaca dan tidak memiliki tabloid seperti yang beredar di Masjid Al Amin, Kota Malang. Namun, dia mengatakan saat ini belum masuk masa kampanye seperti yang telah dijadwalkan KPU. Dia menilai beredarnya tabloid Anies itu masih sesuai dengan undang-undang.

"Pemberitaan fokus tentang Anies Baswedan, sejauh jika tidak berkait dengan kampanye dan saat ini memang belum memasuki masa kampanye politik dalam rangka power struggle atau perjuangan memenangkan suara rakyat dalam Pemilu, saya rasa masih dalam koridor kaidah Undang-Undang Pers atau aturan perundang-undangan lainnya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT