AKP Idham Fadilah Disanksi Demosi Satu Tahun Terkait Kasus Ferdy Sambo

ADVERTISEMENT

AKP Idham Fadilah Disanksi Demosi Satu Tahun Terkait Kasus Ferdy Sambo

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 11:35 WIB
Ilustrasi Mabes Polri
Ilustrasi Mabes Polri (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Mantan Panit II Unit III Den A Ropaminal Divpropram Polri AKP Idham Fadilah (AKP IF) telah menjalani sidang kode etik terkait ketidakprofesionalan dalam kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). AKP Idham Fadilah di sanksi demosi selama 1 tahun.

"Sanksi administratif berupa mutasi yang bersifat demosi selama 1 tahun semenjak dimutasikan ke Yanma Polri," kata Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Nurul Azizah, Kamis (22/9/2022).

AKP Idham Fadilah disidang pada Rabu kemarin (20/9) selama kurang lebih enam jam lamanya terhitung sejak pukul 13.00 WIB hingga 19.00 WIB di ruang sidang Divpropam Polri, TNCC Mabes Polri lantai 1.

"Adapun komisi sidang KKEP terdiri dari pertama yaitu Kombes Pol Rachmat Pamudji, selalu ketua komisi sidang. Kedua Kombes Pol Satius Ginting selalu wakil ketua komisi sidang, dan terakhir Kombes Pol Pitra Andrean Ratulangi selaku anggota komisi," jelasnya.

Selain itu, sebanyak lima orang saksi dihadirkan. Diantaranya Kombes Pol ANP, Iptu HT, Iptu JA, Aiptu SA, dan Briptu SMH.

"Adapun wujud perbuatan ketidakprofesionalan di dalam melaksanakan tugas," tuturnya.

Dalam sidang etik tersebut, AKP Idham Fadilah terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf C, Pasal 6 ayat 2 huruf b, Perpol nomor 7 tahun 2022 tentang kode etik profesi dan komisi kode etik Polri.

Lebih lanjut, AKP Idham Fadilah juga dikenakan sanksi etika di mana perilakunya dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Dia juga diwajibkan meminta maaf secara lisan di hadapan sidang KKEP dan atau secara tertulis kepada pimpinan Polri dan pihak-pihak yang dirugikan.

"Kewajiban pelanggar mengikuti pembinaan mental kepribadian, kejiwaan, keagamaan dan pengetahuan profesi selama 1 bulan," katanya.

Atas putusan tersebut, AKP Idham Fadilah menyatakan tidak mengajukan banding.


5 Polisi Dipecat Terkait Kasus Sambo

Polri telah menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada lima anggotanya. Mereka diberi sanksi karena terkait kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat (Josua).

Untuk diketahui, kasus ini didalangi eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Sambo diduga menyusun pembunuhan berencana terhadap Brigadir J hingga merekayasa kasus tersebut hingga melibatkan oknum-oknum polisi.

Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Selain Ferdy Sambo, empat orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka, yakni Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky, Putri Candrawathi, dan Kuat Ma'ruf.

Kelima tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHlP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Mereka terancam hukuman mati.

Selain itu, kasus ini tak hanya terpaku pada kasus pembunuhan berencana, ada pula kasus obstruction of justice atau upaya menghalang-halangi proses hukum. Di kasus ini, Sambo pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ferdy Sambo telah menjalani sidang etik dan dijatuhi sanksi etik dengan diberhentikan secara tidak hormat. Bandingnya pun telah ditolak.

Selain Sambo, ada 4 polisi lain yang dijatuhi sanksi PDTH, yaitu:
1. Kompol Chuck Putranto,
2. Kompol Baiquni Wibowo,
3. Kombes Agus Nurpatria, dan
4. AKBP Jerry Raymond Siagian.

Simak Video 'AKP Idham Jalani Sidang Etik Terkait Sambo':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT