Pejabat di Kominfo Diperiksa Jadi Saksi di Kasus Satelit Kemhan

ADVERTISEMENT

Pejabat di Kominfo Diperiksa Jadi Saksi di Kasus Satelit Kemhan

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 19:23 WIB
Gedung Jampidsus Kejagung
Kejagung (Foto: dok. Kejagung)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut kasus dugaan korupsi proyek pengadaan satelit slot orbit 123 BT pada Kementerian Pertahanan tahun 2012-2021. Hari ini tim penyidik Kejagung memeriksa pejabat Kominfo terkait kasus tersebut.

"Tim penyidik koneksitas melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan satelit slot orbit 123 derajat Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan tahun 2012 s/d 2021," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangannya, Rabu (21/9/2022).

Adapun para saksi yang diperiksa adalah:

1. YI selaku Manajer Bagian Spektrum Management and Regulatory Affair dari PT BSS Indonesia.
2. IW selaku Konsultan Bisnis dan Regulatory Kacific.
3. M selaku Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika pada Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Orbit Satelit periode 2010/2020.
4. AA selaku Direktur Utama PT PSN.
5. DS selaku Plt. Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Ia menyebut para saksi didalami terkait kegiatan penyewaan satelit Artemis. Selain itu, pemeriksaan tersebut untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan korupsi proyek pengadaan satelit slot orbit 123 derajat Bujur Timur (BT).

"Adapun lima orang saksi tersebut diperiksa terkait kegiatan sewa satelit Artemis dan kegiatan rapat operator satelit/operator regular meeting (ORM) di London," katanya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan satelit slot orbit 123 derajat BT pada Kementerian Pertahanan tahun 2012-2021.

Ketiga tersangka dalam kasus ini adalah Laksamana Muda (Purnawirawan) Agus Purwoto (AP), yang merupakan eks Dirjen Kekuatan Pertahanan Kemhan dan dua orang pihak swasta. Ada juga dua orang tersangka lainnya berasal dari sipil, yaitu Soerya Cipta Witoelar (SCW) selaku Direktur Utama PT Dini Nusa Kesuma (PT DNK) dan Arifin Wiguna (AW) selaku Komisaris Utama PT Dini Nusa Kesuma (PT DNK).

"Menetapkan tiga orang tersangka, satu Laksamana Muda (Purnawirawan) inisial AP (Agus Purwoto), beliau ini adalah mantan Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan periode Desember 2013 sampai dengan Agustus 2016," kata Direktur Penindakan Jampidmil Brigjen Edy Imran dalam konferensi pers yang digelar di kantornya Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (15/6/2022).

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT