ADVERTISEMENT

Partai Garuda: Parpol Jangan Urusi Hak Parpol Lain soal Capres

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 10:58 WIB
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi
Foto: Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi
Jakarta -

Isu mengenai penjegalan salah satu tokoh di bursa capres ramai jadi perbincangan dalam beberapa waktu terakhir. Partai Garuda menilai sesama partai politik jangan mengurusi hak partai politik lainnya, termasuk soal urusan pencapresan.

"Yang menentukan capres adalah partai politik peserta emilu, jadi jika partai politik peserta pemilu teriak-teriak bahwa ada tokoh yang dijegal oleh partai politik peserta pemilu lainnya untuk jadi Capres, tentu aneh, karena masing-masing punya hak untuk menentukan siapa yang ingin mereka usung," ujar Waketum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi kepada wartawan, Rabu (21/9/2022).

Teddy mengatakan penentuan capres merupakan hak partai politik peserta pemilu yang diamanatkan oleh UUD 45. Saat ini, lanjut Teddy, baru Prabowo yang resmi di deklarasikan oleh partai politik peserta pemilu, nama-nama lain yang wara-wiri di media, belum ada yang dideklarasikan oleh partai politik yang lain.

"Jadi silahkan gunakan hak prerogatif, jangan malah sibuk mengurusi hak prerogatif partai politik yang lain. Jika belum bisa menentukan, ya diam saja, jangan berikan harapan palsu atau malah hanya memanfaatkan untuk mendapatkan panggung pemberitaan saja," kata Teddy.

"Partai Politik Peserta Pemilu bisa memilih siapapun jadi Capres, bola ada ditangan mereka. Lalu kalau ada Partai Politik yang sibuk teriak bahwa jangan menjegal tokoh ini dan itu tapi yang mereka sebutkan itu tidak mereka deklarasikan, maka sebenarnya mereka lagi berteriak ke siapa?" pungkas pria yang juga merupakan Jubir Partai Garuda ini.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman mengungkap adanya isu upaya penjegalan terhadap Anies Baswedan untuk maju di Pilpres 2024. Benny menyebut upaya itu dilakukan invisible hand. "Jadi ada invisible power, invisible hand ingin menjegal. Siapa invisible power itu? Ya teman-temanlah itu," kata Benny Harman kepada wartawan di lokasi Rapimnas Demokrat, JCC, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2022).

Benny menyebut gangguan terhadap Anies bisa datang dalam berbagai bentuk, termasuk lewat kasus hukum. Anggota Komisi III DPR ini menyampaikan isu ini senada dengan apa yang disampaikan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait jangan ada pihak yang mengganggu tujuan Partai Demokrat. Dia menyebut ada invisible hand yang mencoba menghambat munculnya koalisi baru di 2024 yang mengusung sosok di luar yang dikehendaki pemerintah.

Apa yang disampaikan Benny ini dibentah oleh partai-partai pendukung koalisi pemerintahan. Mereka menyebut tudingan Benny tidak berdasar.

(fjp/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT