Polri Buka Opsi Gandeng Pihak Luar Negeri untuk Buru Bjorka

ADVERTISEMENT

Polri Buka Opsi Gandeng Pihak Luar Negeri untuk Buru Bjorka

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 11:49 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Dok. Humas Polri)
Jakarta -

Polri hingga kini belum menemukan siapa sosok di balik hacker Bjorka. Polri pun membuka kemungkinan bekerja sama dengan pihak luar negeri dalam memburu Bjorka.

"Ya tidak menutup kemungkinan ya, kemungkinan juga akan bekerja sama dengan pihak-pihak luar (negeri)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu (21/9/2022). Dedi tidak menjelaskan siapa pihak luar negeri yang dimaksudnya.

Dedi menyebut Polri masih bekerja dalam kasus ini. Diketahui, pria asal Madiun, Muhammad Agung Hidayatullah alias MAH (21), telah dijadikan tersangka karena bantu Bjorka.

"Komunikasi terakhir dengan timsus bahwa tim masih bekerja, karena proses pembuktiannya ini juga perlu pendalaman dari sisi scientific. Oleh karenanya tidak terburu-buru, tim masih bekerja terus terdiri dari Polri, BIN, Badan Siber Sandi Negara, Kemkominfo, dan sebagai koordinator adalah Pak Menkopolhukam," katanya.

"Nanti apabila sudah ada informasi sekali lagi ya rekan-rekan untuk bersabar nanti akan saya sampaikan kepada rekan-rekan. Proses pendalaman kasus ini juga cukup panjang," tambahnya.

Sesal Pemuda Madiun

Seorang pemuda di Madiun, Muhammad Agung Hidayatullah alias MAH (21), menjual channel Telegram ke admin Bjorka seharga USD 100. MAH kini meminta maaf atas perbuatannya.

"Saya secara pribadi minta maaf ke semua pihak. Baik pemerintah, kepolisian, atas perilaku saya," ujar MAH dilansir detikJatim, Minggu (18/9/2022).

MAH mengaku awalnya hanya iseng bermain media sosial dan terimpit masalah ekonomi hingga akhirnya memutuskan menjual channel Telegram pribadinya, @bjorkanism, ke admin Bjorka. MAH mengaku menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulanginya.

"Awalnya iseng saya punya channel Telegram hingga kenal Bjorka. Di samping itu juga karena keluarga butuh uang," ungkapnya.

"Saya menyesal dan tidak mengulangi perbuatan saya. Untuk pengguna internet, pesan saya harap bijak tidak salah bermain sosial media," terangnya.

Simak juga 'Polri Ungkap Pemuda Madiun yang Bantu Bjorka Dijerat UU ITE':

[Gambas:Video 20detik]

(azh/mae)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT