Bamsoet Apresiasi Festival Beta Pancasila Universitas Pattimura

ADVERTISEMENT

Bamsoet Apresiasi Festival Beta Pancasila Universitas Pattimura

Sukma Nur Fitriana - detikNews
Selasa, 20 Sep 2022 20:39 WIB
MPR RI
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung Universitas Pattimura Maluku yang menyelenggarakan acara Festival Beta Pancasila. Acara tersebut berlangsung sejak 1 Juli 2022 hingga 28 Oktober 2022 mendatang.

Diketahui, acara yang dikemas dalam berbagai rangkaian acara tersebut tidak hanya melibatkan civitas akademika Universitas Pattimura, tetapi juga melibatkan berbagai kalangan seperti para Pemuda Pancasila Maluku.

"Event Festival Beta Pancasila dikemas dalam berbagai kegiatan, antara lain Pemilihan Putera-Puteri Pancasila, Orasi Kebangsaan Beta Pancasila, Bercerita Pancasila Sakti, Seminar Internasional Pancasila dalam Dimensi Global. Puncaknya diselenggarakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI sekaligus Penganugerahan Bintang Pancasila Sakti oleh saya selaku Ketua MPR RI kepada warga masyarakat Maluku yang dinilai telah berperan menjaga, melestarikan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (20/9/2022).

Ha itu ia ungkapkan usai menerima Jajaran Rektorat Universitas Pattimura, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, di Jakarta. Bamsoet menjelaskan komitmen Universitas Pattimura dalam melestarikan nilai-nilai Pancasila tidak hanya terlihat dari acara yang digelar, tetapi juga terlihat dari adanya Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang berada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Selain itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini juga memiliki Laboratorium Pancasila dan HAM.

"Festival Beta Pancasila mengamanatkan adanya keteguhan sikap dan tanggung jawab keluarga besar kampus untuk membela tanah air dalam wadah NKRI. Sekaligus mengisyaratkan Pancasila sebagai cerminan dan jatidiri dalam kegiatan keseharian kampus," jelasnya.

Lebih lanjut, Ia menuturkan tantangan dalam penyelenggaraan kehidupan kebangsaan telah mengalami pergeseran paradigma. Kini, ancaman terhadap keamanan nasional tidak lagi bersifat kasat mata dan konvensional, tetapi bersifat kompleks, multidimensional, dan berdimensi ideologis. Ancaman bersifat ideologis inilah yang terasa nyata.

"Hasil survei SMRC yang dirilis pada Juni 2022, mengisyaratkan bahwa dari tingkat yang paling elementer sekalipun, pengetahuan dasar masyarakat tentang Pancasila masih belum optimal, hanya memiliki skor 64,6 pada skala 0 sampai 100. Hasil survei SMRC juga mengungkap bahwa komitmen publik terhadap nilai-nilai Pancasila juga masuk dalam kategori sedang dengan skor 73,2. Demikian juga terkait bagaimana nilai-nilai Pancasila itu direalisasikan dalam kehidupan berbangsa, yang hanya mencapai skor 73,7, yang juga diklasifikasikan dalam kategori sedang," terangnya.

Bamsoet menambahkan, berdasarkan pada data survei Komunitas Pancasila Muda di akhir Mei 2022, responden milenial dari 34 provinsi mencatat hanya 61% responden yang merasa yakin dan setuju bahwa nilai-nilai Pancasila sangat penting dan relevan dalam kehidupan. Sementara, 19,5% memilih bersikap netral, dan 19,5% lainnya menganggap Pancasila hanya sekedar istilah yang tidak dipahami maknanya.

"Jauh sebelumnya, survei LSI Tahun 2018 juga mencatat bahwa dalam kurun waktu 13 tahun masyarakat yang pro terhadap Pancasila telah mengalami penurunan sekitar 10%, dari 85,% pada tahun 2005 menjadi 75,3% pada tahun 2018. Bahkan kita dibuat miris oleh publikasi survei CSIS yang mencatat sekitar 10% generasi milenial setuju mengganti Pancasila dengan ideologi yang lain," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, dalam pertemuan tersebut turut hadir, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, dan Ketua Panitia Penyelenggara Festival Beta Pancasila Dr. Henry M. Sopacua.

(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT