ADVERTISEMENT

Pelaku Mutilasi di Papua 6 Anggota TNI dan 4 Sipil, 1 Orang DPO

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 20 Sep 2022 16:30 WIB
Jumpa Pers Komnas HAM soal Kasus Mutilasi Warga Papua
Foto: Mulia/detikcom
Jakarta -

Komnas HAM menyampaikan ada satu DPO dalam kasus mutilasi di Mimika, Papua. Komnas HAM menyampaikan DPO tersebut bernama Roy Marthen Howai.

Hal itu disampaikan dalam jumpa pers Komnas HAM, Selasa (20/9/2022). Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara awalnya menyampaikan telah dilakukan rekonstruksi kasus mutilasi di Mimika.

Berdasarkan rekonstruksi itu terungkap peran Roy yang saat ini masih diburu polisi. Namun Komnas HAM tidak membeberkan apa peran Roy.

"Ada beberapa adegan dalam rekon (rekonstruksi) yang kemudian mengarahkan pada peran Saudara Roy Marthen Howai yang sampai saat ini statusnya masih DPO dari pihak kepolisian," paparnya.

"Enam orang pelaku anggota TNI dan tiga orang pelaku sipil, jadi kan ada 10 ya. Enam anggota TNI dan tiga warga sipil. Satunya, Saudara Roy, masih DPO sampai saat ini," ujar Beka.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menambahkan Roy bukan aktor utama dalam kasus mutilasi itu. Hal itu disampaikan lantaran ada informasi di Mimika yang menduga Roy merupakan aktor mutilasi.

"Jadi banyak pembicaraan yang masyarakat menangkapnya salah satu berbagai keterangan itu macet di Roy Marthen Howai, kok kesannya dia dijadikan pelaku utama. Jadi Roy bukan pelaku utama, dia pelaku saja. Dan penting polisi untuk segera menangkap Roy biar terangnya peristiwa ini semakin lama semakin terang," ucapnya.

Anam juga memaparkan pelaku mengenali korban. Dia juga mengatakan mutilasi dilakukan oleh pelaku untuk menghilangkan jejak pembunuhan.

"Pilihan kekerasan dengan mutilasi, mutilasi untuk menghilangkan jejak, apalagi dalam keterangannya disiapkan karung, batu, supaya dicemplungin sungai. Batu untuk pemberat, sehingga jenazah tidak naik ke permukaan, jadi pilihan mutilasi untuk menghilangkan jejak," katanya.

Simak video 'Komnas HAM Update Penyelidikan Kasus Mutilasi di Mimika':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT