PPP: Demokrasi Indonesia Masih Lebih Baik dari Negara Lain di Asia Tenggara

ADVERTISEMENT

PPP: Demokrasi Indonesia Masih Lebih Baik dari Negara Lain di Asia Tenggara

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 20 Sep 2022 06:54 WIB
Wasekjen PPP Achmad Baidowi
Foto: Achmad Baidowi (Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Survei Litbang Kompas menunjukkan 37,7% responden menilai demokrasi di Indonesia semakin buruk. Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menyebut persepsi publik mengenai demokrasi itu dipengaruhi oleh demonstrasi soal kenaikan harga BBM.

"Saya kira itu persepsi publik ya, yang namanya survei persepsi publik itu kapan dia mendapatkan itu. Jadi bisa jadi persepsi publik itu terjadi dalam situasi hari ini, demonstrasi ada di mana-mana," kata Achmad Baidowi kepada wartawan, Senin (19/9/2022).

Pria yang akrab disapa Awiek itu juga menyoroti kualitas demokrasi Indonesia jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya. Dalam survei Litbang Kompas diketahui kualitas demokrasi Indonesia 33,4% lebih baik dan 24% lebih buruk dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.

"Namun demikian, dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya di survei itu juga menyebutkan demokrasi Indonesia masih lebih baik," tutur dia.

Survei ini dilakukan dengan wawancara melalui telepon kepada 504 responden di 34 provinsi. Menurut Awiek, responden dalam survei melalui telepon biasanya orang berpendidikan menengah ke atas.

"Perlu dibuka juga responden yang dimaksud Kompas itu apakah kalangan menengah atau masyarakat umum secara acak. Kalau surveinya lewat telepon itu kan biasanya orang yang berpendidikan menengah ke atas, dan sampelnya hanya 500 sekian orang," kata dia.

Awiek menambahkan bahwa masyarakat Indonesia saat ini bebas menyampaikan pendapatnya. Namun, menurutnya, ada batasan-batasan dalam menyampaikan pendapat itu.

"Hari ini sebenarnya demokrasi masyarakat bebas berbicara, bisa menyampaikan pendapat dan tidak ada persoalan kecuali dia menyampaikan pendapatnya memenuhi unsur-unsur pidana sehingga diproses secara hukum," kata dia.

"Kalau misalnya menyampaikan pendapat tanpa menghina, tanpa menfitnah, tanpa menghasut kan tidak pernah berhubungan dengan aparat hukum dan tetap menjaga ketentuan umum. Tapi kalau menyampaikan aspirasi dengan anarkistis tentu urusannya beda," imbuhnya.

Survei Litbang Kompas

Survei Litbang Kompas mengenai demokrasi ini mewawancarai 504 responden dari 34 provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara melalui telepon dan sampel ditentukan secara acak dari responden panel Litbang Kompas sesuai dengan proporsi jumlah penduduk tiap provinsi. Pengumpulan pendapat dilakukan pada 6-9 September 2022.

Metode ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih di angka 4,37 persen dalam penarikan sampel acak sederhana. Berikut hasilnya:

Dibanding tahun lalu, baik atau burukkah kualitas demokrasi di Indonesia saat ini?

20,3% semakin baik
23,2% sama baiknya
13,9% sama buruknya
37,7% semakin buruk
4,9% tidak tahu

Simak juga 'Pesan Jokowi untuk PAN: Perkokoh Demokrasi di Pemilu 2024':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT