Menlu Bertemu Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB, Ini yang Dibahas

ADVERTISEMENT

Laporan dari New York

Menlu Bertemu Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB, Ini yang Dibahas

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Senin, 19 Sep 2022 22:16 WIB
Pertemuan Menlu Retno dengan Martin Griffiths (dok. Kemlu).
Pertemuan Menlu Retno dengan Martin Griffiths (dok. Kemlu)
New York -

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi melakukan pertemuan dengan Wakil Sekjen/Kepala Bantuan Kemanusiaan PBB Martin Griffiths di Markas PBB, New York, Amerika Serikat. Menlu dan Martin membahas sejumlah isu, termasuk soal ekspor pangan dari Ukraina dan Rusia.

Menlu RI tiba di Markas PBB, Senin (19/9/2022) pukul 09.15 pagi waktu Amerika Serikat. Menlu didampingi Wakil Tetap RI untuk PBB Armanatha Nasir dan sejumlah pejabat Kementerian Luar Negeri RI.

Pertemuan itu berlangsung kurang lebih 30 menit. Seusai pertemuan, Menlu menjabarkan isi pembicaraannya dengan Griffiths.

"Kita tahu kalau hambatan pangan masih ada maka yang paling terdampak adalah negara berkembang," kata Menlu seusai pertemuan.

Menlu menanyakan sejauh mana ekspor gandum Ukraina kepada Martin Griffiths. Menlu mengungkit jumlah ekspor gandum Ukraina sebelum dan saat kini terjadi perang.

"Isu itu saya bahas dengan Griffiths secara lebih detail dalam artian sampai sejauh mana ekspor yang sudah dilakukan dari Ukraina ke luar. Gandumnya sudah berapa juta ton yang keluar, ke mana saja. Apakah perkiraan September dan bulan berikutnya itu akan tercapai karena kan sebelum perang ekspor yang dilakukan melalui pelabuhan laut itu jumlahnya sekitar 5 sampai 6 juta ton," ujar Menlu.

"Waktu perang terjadi, pelabuhan laut tidak bisa digunakan, terpaksa harus melalui darat dan itu hanya sekitar seperempatnya. Nah, menurut Martin Griffiths jumlahnya sudah akan mendekati dari jumlah sebelum terjadinya perang dan itu akan terus didorong," kata dia.

Soal ekspor dari Rusia, Menlu mengungkapkan sudah ada jaminan dari negara G7. Menurutnya, masih ada ketakutan akan transaksi dengan Rusia.


"Sementara itu, sudah ada jaminan juga dari negara-negara G7, yang dari Rusia ya, jadi kan ekspor Ukraine dan Rusia. Dari G7 sudah memberikan jaminan bahwa pangan dan fertilizer itu tidak masuk sanksi dan mereka akan menegaskan kembali hal tersebut karena memang tidak masuk di dalam sanksi tapi di sana sini masih terjadi kesulitan di lapangan karena orang takut bertransaksi," ujar Menlu.

Seusai pertemuan, Menlu juga menantikan kehadiran Griffiths di Jakarta. Griffiths akan membahas masalah seputar Myanmar.

(gbr/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT