Warga Pandeglang Korban Pencabulan Tagih Perkembangan Laporan ke Polisi

ADVERTISEMENT

Warga Pandeglang Korban Pencabulan Tagih Perkembangan Laporan ke Polisi

Aris Rivaldo - detikNews
Senin, 19 Sep 2022 19:36 WIB
(Pengacara korban, Herdy. Dok Aris Rivaldo/Detikcom).
Pengacara korban, Herdy. (Dok Aris Rivaldo/Detikcom)
Pandeglang -

Seorang bocah berumur 14 tahun di Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, mengaku sebagai korban pencabulan dan sudah membuat laporan ke Polres Padeglang. Pengacara korban, Herdy, menagih perkembangan kasus yang sudah seminggu dilaporkan tersebut.

"Sampai hari ini sudah selang seminggu proses laporannya di hari Minggu tanggal (11/8/22) tapi belum ada perkembangan dari pihak penyidikan. Apalagi sampai tersangka ditangkap," kata pengacara korban, Herdy, kepada wartawan di Polres Pandeglang, Senin (19/9/22).

Herdy menjelaskan maksud kedatangannya ke Polres Pandeglang. Ia mengatakan kedatangan untuk mempertanyakan perkembangan laporan keluarga korban.

"Hari ini saya membuat surat resmi permohonan permintaan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) dari penyidik, untuk perkembangan sejauh mana sudah berprosesnya, sudah sejauh mana saksi-saksi dipanggil, sudah sejauh mana proses untuk penyelesaian," terangnya.

Kronologi Dugaan Pencabulan

Herdy menceritakan kronologis pencabulan yang dilakukan oleh diduga pelaku berinisial R. Menurutnya, pencabulan itu terjadi pada Jumat (9/9/2022) di rumah kosong.

Pada saat itu, korban diajak oleh seseorang berinisial N untuk bertemu pelaku di stadion badak Pandeglang. Setelah bertemu pelaku, korban bersama N dan teman pelaku D mengajak korban mengelilingi kota menggunakan angkot.

Usai mengelilingi kota, korban diajak oleh pelaku ke sebuah rumah kosong. Di rumah kosong itu N dan D juga ikut.

Sebelum melaksanakan aksi bejatnya, pelaku sempat memberikan mi instan kepada korban. Menurutnya, korban merasakan mi instan tersebut pahit.

Setelah memakan mi instan, kata Herdy, korban merasakan pusing di kepala dan merasa setengah sadar. Menurutnya, setelah korban setengah sadar itu, pelaku melakukan aksi bejatnya.

"Setelah itu kepala korban pusing setengah sadar, jam 22:00 WIB tiba-tiba korban dibawa ke kamar di rumah kosong, di kamar itu ada saudari N dan saudara D, di dalam kamar korban dipaksa melucuti celananya, setelah itu korban dipaksa untuk melayani hasrat seksual dari pelaku," terangnya.

Keesokan paginya, korban sempat ingin pulang ke rumah, tapi dilarang oleh N. Pada saat itu korban sempat menghubungi keluarga untuk menjemput.

"Korban memberanikan diri nyalain handphone, setelah nyala ada pesan masuk, 'Neng ada di mana?' Divideolah di rumah kosong, lalu dijemput oleh keluarganya," kata Herdy.

Simak selengkapnya di halaman berikut

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT