Penyebab Kecelakaan Beruntun Tol Pejagan-Pemalang, Ada Asap Tebal

ADVERTISEMENT

Penyebab Kecelakaan Beruntun Tol Pejagan-Pemalang, Ada Asap Tebal

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Senin, 19 Sep 2022 10:50 WIB
Penyebab Kecelakaan Beruntun Tol Pejagan-Pemalang, Ada Asap Tebal
Penyebab Kecelakaan Beruntun Tol Pejagan-Pemalang, Ada Asap Tebal | Foto: Tangkapan layar
Jakarta -

Apa penyebab kecelakaan beruntun di Pejagan-Pemalang? Pada Minggu (18/9/2022) terjadi kecelakaan beruntun di Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah. Sebanyak 13 kendaraan terlibat kecelakaan beruntun tersebut.

Sebelumnya, diduga penyebab kecelakaan beruntun itu dari asap pembakaran rumput di pinggir tol. Asap tersebut menyebabkan jarak pandang pengendara berkurang dan terganggu.

Lantas, apa yang sebenarnya menjadi penyebab kecelakaan beruntun di Tol Pejagan-Pemalang itu? Simak informasi seputar kejadian tersebut selengkapnya berikut ini.

Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol Pejagan-Pemalang

Kecelakaan maut beruntun terjadi di ruas Tol Pejagan-Pemalang, pada Minggu (28/9/2022) sore. Kejadian kecelakaan beruntun terjadi pada pukul 14.00 WIB. Diketahui kejadian tersebut berada pada jalur A atau arah Semarang.

Sedikitnya ada 13 kendaraan terlibat dalam kecelakaan maut di Km 253 ruas tol tersebut. Selain minibus, kecelakaan yang terjadi di sore hari itu juga melibatkan truk box. Kerasnya benturan yang terjadi mengakibatkan sejumlah kendaraan mengalami rusak.

Penyebab Kecelakaan Beruntun Tol Pejagan-Pemalang, Ada Asap TebalPenyebab Kecelakaan Beruntun Tol Pejagan-Pemalang, Ada Asap Tebal | Foto: dok Polda Jateng

Penyebab Kecelakaan Beruntun: Asap Ganggu Jarak Pandang

Dilansir detikJateng, penyebab kecelakaan beruntun di Tol Pejagan-Pemalang diduga dipicu jarak pandang yang terbatas akibat asap yang muncul di tepi jalur tol tersebut.

Manager Operasional Pejagan-Pemalang Tol Road (PPTR), Ian Dwinanto mengatakan penyebab kecelakaan beruntun yang terjadi di KM 253+00 Jalur A itu akibat jarak pandang berkurang karena adanya asap tebal.

Asap putih tebal tersebut pun menyeruak ke badan tol. Hal ini yang diduga menjadi penyebab kecelakaan beruntun.

Penyebab Kecelakaan Beruntun: Asap dari Pembakaran Lahan

Asap yang menjadi penyebab kecelakaan beruntun di Tol Pejagan-Pemalang itu diduga berasal dari lahan yang sengaja dibakar. Ian Dwinanto mengatakan bahwa asap yang ada itu bukan dipicu oleh puntung rokok, namun lebih karena pembakaran lahan areal sawah, usai panen.

"Sumber kebakaran bukan dari puntung rokok, tapi dari lahan yang dibakar secara sengaja oleh petani sekitar wilayah tol," kata Ian kepada detikJateng, Senin (19/9/2022).

Menurut Ian, hal tersebut biasa dilakukan oleh petani menjelang masa tanam baru. "Intensitasnya saat akhir musim kering menjelang masa tanam baru, biasa dilakukan bakar lahan ini," ucapnya.

Sebelumnya, pihaknya telah mengantisipasi dengan melakukan sosialisasi kepada para pemilik lahan pertanian untuk tidak melakukan pembakaran lahan di areal persawahan yang mengapit jalur tol, karena membahayakan.

"Sosialisasi sudah sering kita lakukan, karena memang berbahaya pengguna jalan tol. Ke depan, pasti kita gandeng Muspida dan stakeholder yang lain untuk intensifkan sosialisasi larangan bakar lahan tersebut," ujarnya.

Korban Kecelakaan Beruntun Tol Pejagan-Pemalang

Akibat kecelakaan beruntun tersebut seorang korban tewas dan 19 korban mengalami luka-luka. Seorang korban tewas itu bernama Muhamad Singgih Adika. Korban merupakan anak dari Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Amir Yanto.

Hal tersebut disampaikan oleh Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Tanjung Brebes, Yudho Tigo P. Identitas korban tewas diketahui berdasarkan dokumen SIM dan KTP dalam mobil korban.

"Namanya Singgih dia penumpang mobil Civic. Kita tahu dari KTP dan SIM yang ditemukan di mobil Civic," jelas Yudho, kemarin.

Demikian informasi yang diketahui tentang penyebab kecelakaan beruntun di Tol Pejagan-Pemalang yang diduga dipicu asap akibat pembakaran lahan di sekitar ruas jalur tol tersebut.

Simak video 'Fakta-fakta Kecelakaan Beruntun di Tol Pejagan-Pemalang':

[Gambas:Video 20detik]



(wia/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT