Dinkes Bekasi Catat 554 Kasus HIV Sepanjang 2022

ADVERTISEMENT

Dinkes Bekasi Catat 554 Kasus HIV Sepanjang 2022

Antara News - detikNews
Minggu, 18 Sep 2022 11:46 WIB
Ilustrasi HIV AIDS dan OHDA
Ilustrasi HIV AIDS dan OHDA (Rachman/detikcom)
Bekasi -

Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat 554 kasus HIV sepanjang Januari hingga Agustus 2024. Kasus HIV terbanyak tercatat pada Agustus lalu.

Seperti dikutip Antara News, Minggu (18/9/2022), rincian 554 kasus HIV sepanjang tahun ini ialah 65 kasus pada Januari, 69 kasus pada Februari, Maret ada 67 kasus, April 62 kasus, Mei 45 kasus, Juni 71 kasus, Juli 55 kasus, dan Agustus dengan 120 kasus.

Berdasarkan data, penderita HIV di Kota Bekasi didominasi warga berusia 25-49 tahun dengan 375 jiwa, kemudian rentang umur 20-24 tahun dengan 113 orang, lalu usia di atas 50 tahun dengan 44 kasus, dan 15-19 tahun dengan 14 kasus. Sementara empat kasus usia di bawah empat tahun.

"Data kasus tahun ini ditemukan melalui hasil tes kepada warga berdomisili atau KTP Kota Bekasi maupun luar Bekasi yang tinggal di sini. 431 jiwa berjenis kelamin pria dan 123 wanita," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati.

Langkah Pemkot Depok Cegah HIV

Pemkot membagikan 16.560 kondom sebagai salah satu upaya pencegahan penularan HIV. Kondom diberikan ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan perawatan dukungan pengobatan HIV meliputi RSUD Cashbullah Abdul Madjid, RS Elisabeth, dan RS Ananda Bekasi.

"Penggunaan alat kontrasepsi mampu mengurangi risiko penularan virus HIV hingga 95 persen," kata Tanti.

Kemudian Puskesmas Perumnas II, Puskesmas Mustika Jaya, Puskesmas Karang Kitri, Puskesmas Pengasinan, Puskesmas Kali Abang Tengah, serta Puskesmas Jati Sampurna. Kondom itu kemudian didistribusikan ke pasangan diskordan HIV untuk memutus penularan pada pasangan.

Tanti menjelaskan, pasangan diskordan adalah pasangan yang salah satunya merupakan orang dengan HIV atau ODHIV. Saat dalam kondisi baik, mereka bisa melakukan hubungan seksual di masa subur.

"Perlu diperhatikan pula terkait masa kedaluwarsa kondom karena biasanya menjadi penyebab kebocoran," ucapnya.

Langkah pencegahan lainnya adalah percepatan koordinasi dan pelaporan kasus pada seluruh tim puskesmas dan rumah sakit. Kemudian, melaksanakan agenda lokakarya (workshop) bagi petugas di rumah sakit, lokakarya tripel eliminasi bagi ibu hamil, serta skrining kelompok berisiko yang masuk sasaran standar pelayanan minimal bidang kesehatan program HIV.

"Kami juga melakukan skrining dan edukasi terkait HIV setiap Ahad, saat pelaksanaan car free day. Edukasi ini melibatkan aktivis ataupun pegiat HIV," kata Tanti.

Simak juga Video: Soal HIV, Epidemiolog: Ibu Rumah Tangga Jadi Kelompok yang Dominan

[Gambas:Video 20detik]




(idn/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT