Viral Anak Yatim di Bekasi Diduga Gizi Buruk, Ternyata Penyintas HIV/AIDS

Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Jumat, 18 Feb 2022 20:36 WIB
Sebuah video menunjukkan seorang bocah diduga kekurangan gizi di Kabupaten Bekasi, Jabar, viral di medsos. Ternyata bocah tersebut penyintas HIV/AIDS. (Screenshot video viral)
Sebuah video menunjukkan seorang bocah diduga kekurangan gizi di Kabupaten Bekasi, Jabar, viral di medsos. Ternyata bocah tersebut penyintas HIV/AIDS. (Screenshot video viral)
Bekasi -

Sebuah video menunjukkan seorang bocah diduga kekurangan gizi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), viral di media sosial (medsos). Bocah berinisial R (2) itu tampak sangat kurus.

Dalam video yang beredar, tampak R sedang tidur dengan sebuah selang yang menempel di badannya. Badan R begitu kurus hingga membuat tulangnya terlihat.

Ketika dimintai konfirmasi, disebutkan bahwa ternyata R merupakan penyintas HIV/AIDS. Hal tersebut dibenarkan Kepala Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Bekasi, Ade Bawono.

"R sudah tertular HIV sejak lahir dan tidak minum obat sehingga mengakibatkan wasting syndrome," tutur Ade ketika dihubungi detikcom, Jumat (18/2/2022).

Menurut Ade, ibunda R, K (29), diketahui merupakan penyintas HIV pada Januari 2022. Sebelumnya, K sempat drop terlebih dahulu pada Oktober 2021 bersama suaminya. Tidak lama, suami K meninggal akibat saraf," ucapnya.

"Setelah Oktober, K juga semakin drop juga tuh barengan, badan kurus, anaknya juga akhirnya pihak puskesmas mengetahui di bulan Januari dites," imbuhnya

Lalu K dan anaknya R akhirnya menjalani pengobatan dan intens didatangi oleh pihak puskesmas untuk memastikan terus minum obat. Namun, selama Januari, pengobatan K dan R ini tidak teratur.

"Mereka itu sudah melakukan pengobatan dari mulai Januari 2022, terus sudah pernah diberikan obat ARV (antiretroviral) untuk anaknya. Kalau ibunya, karena punya TB paru, jadi dia belum diberi ARV, harus diberi pengobatan TB dulu," ucapnya.

"Nah, karena kondisi pasien dua-duanya sakit dan tinggal di rumah nenek dan kakeknya, sehari-harinya minum obat ada yang terputus obatnya, terkhusus untuk anaknya si R," tuturnya.

Menurutnya, seorang penyintas HIV itu harus minum obat tiap hari seumur hidup. Karena itu, dia berharap pihak keluarga memperhatikan agar K dan R minum obat secara teratur.

Ade menambahkan, saat video R viral di medsos, sebenarnya kondisi K dan R sudah stabil. Namun, untuk kembali membaik dan kondisi seperti semula, perlu waktu yang cukup lama.

"Tapi sesudah diberikan obat lagi yang kedua kali, itu sebenarnya sudah stabil. Cuma sayangnya karena K ini open status kepada tetangga, karena kondisinya kan nggak langsung ya, namanya minum obat ARV itu orang yang dalam statusnya HIV, itu kalau minum obat itu berjenjang, berproses. Dia akan mulai membaik, mulai gemuk lagi itu dalam waktu sebulan, dua bulan, tiga bulan bahkan. Jadi nggak langsung," tukasnya

Saat ini R dan K telah ditangani oleh pihak RSUD Kabupaten Bekasi dan dalam kondisi yang stabil dan tinggal mengikuti terapi obat sesuai dengan arahan dokter.

Simak juga 'Seorang Wanita Berhasil Sembuh dari HIV Berkat Terapi Sel Punca':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)